Demokrasi dan Kebangkitan Politik Identitas: Refleksi Perjalanan Demokrasi Indonesia Pasca Orde Baru

Mahpudin Mahpudin

Abstract


Tulisan ini merupakan sebuah refleksi tentang perjalanan demokrasi di Indonesia pasca orde baru Soeharto dengan menggunakan perspektif society. Sejauh mana demokrasi Indonesia yang berlangsung selama 20 tahun sejak digulirkan pada masa reformasi tahun 1998 dan apa faktor yang menghambat tumbuh kembangnya demokrasi menjadi pertanyaan besar yang hendak dijawab dalam tulisan ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini menggunakan teori tentang politik identitas yang digagas oleh beberapa ahli. Metode penelitian menggunakan kualitatif–deskriptif, sementara pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur. Hasil kajian menyimpulkan bahwa Kebangkitan politik identitas di Indonesia pasca Soeharto menyebabkan pejalanan demokrasi di Indonesia selama dua dekade tidak berjalan maju ke arah demokrasi substansial. Demokrasi Indonesia pada akhirnya masih terjebak pada demokrasi prosedural yang hanya berkelindan soal urusan pemilu dan proses pergantian elit. Namun dalam praktik kehidupan warga negara masih belum menunjukkan kehidupan yang demokratis. Berbagai kasus kekerasan dan intoleransi serta menguatnya sentimen identitas atas dasar etinisitas dan agama telah menimbulkan praktik diskriminasi dan pengeksklusian terhadap kelompok identitas lain yang berbeda. Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh elit politik yang memainkan peran penting dalam mempertajam sentimen identitas dan agama untuk mendapatkan kekuasaan, terutama memasuki masa pemilu. Hal ini membuat demokrasi mengalami regresi.

 

This paper is a reflection of the journey of democracy in Indonesia after Suharto's new order using the perspective of society. To what extent has Indonesia's democracy lasted 20 years since it was rolled out during the 1998 reform period and what factors have hindered the growth of democracy are a big question to be answered in this paper. To answer this question, this paper uses theories about identity politics initiated by several experts. The research method uses qualitative-descriptive, while data collection is done through a literature review. The results of the study concluded that the rise of identity politics in Indonesia after Soeharto caused the journey of democracy in Indonesia for two decades not to progress towards substantial democracy. Indonesian democracy in the end is still trapped in procedural democracy which is only intertwined with electoral matters and the process of changing elites. But in practice the lives of citizens still do not show a democratic life. Various cases of violence and intolerance and the strengthening of identity sentiments based on ethics and religion have led to the practice of discrimination and exclusion of other different identity groups. This condition is often exploited by political elites who play an important role in sharpening identity and religious sentiment to gain power, especially entering the election period. This makes democracy regress.


Keywords


Demokrasi; Politik Identitas; Pemilu

Full Text:

PDF (1-18)

References


Referensi

Abdillah, U. (2002). Politik Identitas Etnis : Pergulatan Tanda Tanpa Identitas. Magelang: Indonesia Tera.

Ambardi, K. (2009). Mengungkap Politik Kartel: Studi Tentang Sistem Kepartaian di Indonesia Era Reformasi. Jakarta: Gramedia & LSI.

Buchari, S., R. (2014). Kebangkitan etnis menuju politik identitas. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Chandakirana, K. (1989). Geertz dan Masalah Kesukuan. Jakarta. Prisma No. 2/1989.

Cnnindonesia.com. (2019). Polisi Sebut 33 Korban Tewas Di Wamena Akibat Kerusuhan. Online. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/ nasional/20191028204602-20443648/polisi-sebut-33-korban-tewas-di-wamena-akibat-kerusuhan

Fukuyama, F. (2018). Identity: The Demand for Dignity and the Politics of Resentment. New York: Farrar, Straus, and Giroux

Geertz, Clifford. (1963). The Integrative Rovolution: Primordial Sentiments and Civil Politics in The New States. New York: Free Press.

Geertz, Clifford. (1983). Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Hamid, A. (2019) Populism In The 2017 Jakarta Gubernatorial Election. Journal of Governance, Vol 4, No 1

Jumadi. (2003). Fenomena Etnis Dalam Proses Rekruitmen Elit Politik Lokal: Kasus Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ketapang Kalbar 2000-2005. Yogyakarta. Tesis UGM.

Morowitz. D., L. (1998). Demokrasi Pada Masyarakat Majemuk. Dalam Larry Diamond dan Mars F Plattner. Nasionalisme, Konflik Etnik dan Demokrasi Bandung. ITB Pres

Habbodin, M. (2012). Menguatnya Politik Identitas Di Ranah Lokal. Jurnal Studi Pemerintahan, Vol 3, No 1.

Haryanto. (2009). Elit Politik Lokal dalam Perubahan Sistem Politik. Jurnal Sosial Politik, Vol 13, No 2.

Hikmawan, M. D. (2017a). Pluralisme Demokrasi Politik di Indonesia. Journal of Governance, 2(2), 223–247. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31506/jog.v2i2.2678

Hikmawan, M. D. (2017b). Politik Perbedaan: Minnoritas dalam Implementasi Kebijakan. Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies (JIPAGS), 1(1), 88–98.

Huntington, S.,P. (2007). Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia (terj.). Yogyakarta: Qalam

Lee, H. (2009). Furnivall's Plural Society and Leach's Political Systems of Highland Burma. Sojourn: Journal of Social Issues in Southeast Asia, 24(1), 32-46. Retrieved from www.jstor.org/stable/41308110

Levistky, S & Ziblat, D. (2018). Bagaimana Demokasi Mati. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Mietzner, M. (2008). Comparing Indonesia’s party systems of the 1950s and the post-Suharto era: From centrifugal to centripetal inter-party competition. Journal of Southeast Asian Studies, 39(3), pp 431–453 October 2008.

Perdana, A & Wildianti, D. (2019). Narasi Kampanye dan Media Sosial dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019. Jakarta: Bawaslu RI.

Nasional.tempo.co. (2019). Kronologi Penyerangan Jamaah Ahmadiyah Di Cikeusik. Online. Diakses dari https://nasional.tempo.co/read/311441/kronologi-penyerangan-jamaah-ahmadiyah-di-cikeusik

Nordholt, H, S., & Klinken, G. (2007). Politik Lokal Di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan KITLV Jakarta

Robinson, R., & Hadiz, V. (2004). Reorganizing Power in Indonesia: The Politics of Oligarchy in Age of Markets. London: Routletge.

Romli, L. (2019). Political Identity and Challenges for Democracy Consolidation in Indonesia. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, Vol 4, No 1.

Santoso, Purwo. (2011). Proliferation of Local Governments in Indonesia: Indentity Politics within a Troubled Nation State. Journal of Power Conflict Democracy, Vol 3, No 1.

Sari, Endang (2016). Kebangkitan Politik Identitas Islam Pada Arena Pemilihan Gubernur Jakarta. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol 2, No 2.

Simandjuntak, D. (2018). Identity politics looms over Indonesia’s presidential election. Retrieved November 13, 2018, from http://www.eastasiaforum.org/ 2018/1 1/10/identity-politics-looms-overindonesias-presidential-election/

Slater, D. (2004). Indonesian Accuntability Traps: Party Cartels and Presidential Power After Democracy Transition. Indonesia, No. 78 (Oktober).

The Wahid Institute. (2014). Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeya-kinan dan Intoleransi. Jakarta: The Wahid Institue.

Tirto.id. (2017). 13 Hari Pembantaian Orang Cina di Jakarta. Online. Diakses dari https://tirto.id/13-hari-pembantaian-orang-cina-di-jakarta-cx2Y

Tornquist, O. (2013). Assessing dynamics of democratisation: Transformative politics, new institutions, and the case of Indonesia. China: Palgrave Macmillan.

Tornquist, O & Savirani, A. (2016). Reclaiming The State: Mengatasi Problem Demokrasi di Indonesia Pasca-Soeharto. Yogyakarta: PolGov.

Ubaid, A.,H & Habibusabandi, H.,B. (2017). Political Polarization based on Religious Identities: Empirical Evidence from the 2017 Jakarta Gubernatorial Election. Jurnal Studi Pemerintahan, Vol 8, No 4.

Winters, J. (2014). Oligarchy and Democracy in Indonesia. In M. Ford, & T. Pepinsky, Beyond Oligarchy: Wealth, Power, and Contemporary Indonesian Politics. New York: Cornell University Press.

Zuhro, R. S. (2019). Demokrasi Dan Pemilu Presiden 2019. Jurnal Penelitian Politik, Vol 16, No 1.




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v1i1.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.