Keadilan Lingkungan Dalam Gerakan Perlawanan (Resistensi Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah Terhadap PT. Cemindo Gemilang)

Wawan Wawan, Khoirunisa Khoirunisa, Nurul Patmah

Abstract


Abstract

This paper will discuss the resistance movement of the Kasepuhan Bayah Indigenous Community against PT. Gemindo Gemilang. Simply put, this paper will be divided into two parts, first we will elaborate on the anxiety experienced by the Kasepuhan Bayah Indigenous People towards PT. Gemindo Gemilang. Second, it will be discussed about how the resistance movement was carried out. Theoretically, this paper rests on two main theories, namely the theory of social movements and the theory of environmental justice. both theories are considered to have strong relevance to the unit of analysis in this study so that they can dissect the case sharply and in depth. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through media observation and interviews. The results of this study explain that the Kasepuhan Bayah Indigenous Community is experiencing unrest by the construction and operational activities of the cement factory owned by PT. Cemindo Gemilang which destroys the environment. their cultural values which are very conservative towards nature make environmental issues quickly realized and become a shared responsibility. These issues include the loss of springs, polluted rivers, flooding, shipping mud, and marine pollution. This issue later became the basis of their resistance movement. The resistance movement is carried out directly by conducting demonstrations and planting trees continuously. Their consistency in this movement created a pattern of resistance that drew responses from many parties such as the general public and local media. 

Keywords: environmental justice, resistance, indigenous peoples, PT. Gemindo Gemilang.

 

Abstrak

Tulisan ini akan membahas gerakan perlawanan Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah terhadap PT. Cemindo Gemilang. Sederhananya tulisan ini akan terbagi kedalam dua bagian, pertama kita akan elaborasi mengenai keresahan yang dialami oleh Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah terhadap PT. Cemindo Gemilang. Kedua, akan dibedah tentang bagaimana gerakan perlawanan tersebut dilakukan. Secara teoritis tulisan ini bertumpu pada dua teori utama yakni teori gerakan sosial dan teori keadilan lingkungan (Environmental Justice). kedua teori tersebut dianggap memiliki relevansi yang kuat dengan unit analisa dalam penelitian ini sehingga dapat membedah kasus secara tajam dan mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui observasi media dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah mengalami keresahan oleh aktifitas pembangunan dan operasional pabrik semen milik PT. Cemindo Gemilang yang merusak lingkungan. Nilai-nilai kultural mereka yang sangat konservatif terhadap alam membuat isu lingkungan dengan cepat disadari dan menjadi tanggung jawab bersama. Isu ini meliputi hilangnya mata air, sungai yang tercemar, banjir, lumpur kiriman, dan pencemaran laut. Isu ini kemudian menjadi basis dalam gerakan perlawanan mereka. Gerakan perlawanan dilakukan secara langsung dengan cara melakukan demonstrasi dan penanaman pohon secara terus menerus. Konsistensi mereka dalam gerakan ini menciptakan pola perlawanan yang menuai respon banyak pihak seperti masyarakat umum dan media-media lokal.

Katakunci:  keadilan lingkungan, resistensi, masyarakat adat, PT. Cemindo Gemilang.


Keywords


environmental justice, resistance, indigenous peoples, PT. Gemindo Gemilang.

Full Text:

PDF (139-152)

References


Adli Hirzan, H. (2017). Gerakan Masyarakat Dalam Membentuk Kenegerian Tiga Lorong Baturijal Hulu Sebagai Desa Adat Di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2014-2015. JOM FISIP, 4.

Alief khahfi fhatoni, Purwoko, N. hidayat sardini. (2017). Perlawanan Masyarakat Luar Batang Jakarta Terhadap Kebijakan Revitalisasi Kawasan Pesisir Pada Tahun 2016. EJournalUndip.

Andreas jefri deda, S. semuel mofu. (2014). Masyarakat Hukum Adat Dan Hak Ulayat Di Provinsi Papua Barat Sebagai Orang Asli Papua Di Tinjau Dari Sisi Adat Dan Budaya; Sebuah Kajian Etnografi Kekinian. JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK, 11.

Fadilah putra, D. (2006). Gerakan Sosial. Averoes Press.

Flo, E. (2019). Pabrik Semen Rusak Mata Air, Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul Desak Peninjauan Ulang Izin. Merahputih.Com. https://merahputih.com/post/read/rusak-mata-air-masyarakat-adat-kasepuhan-banten-kidul-desak-pabrik-semen-ditinjau-ulang

Hindrati, E. (n.d.). Pabrik Semen yang Merusak Lingkungan Masyarakata Adat yang Merawat Lingkungan. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. aman.or.id/2019/05/Pabrik Semen yang Merusak Lingkungan Masyarakata Adat yang Merawat Lingkungan

Ismanto, M. (2017). Gerakan Masyarakat Adat Sami Dan Kontestasi Sumber Daya Alam Sami Indigenous Movement And Natural Resource’s Contestation. Jurnal Kajian Wilayah, 8.

McAdam, Doug, Sidney Tarrow, C. T. (2002). The Dynamic of Contentious. Cambridge University Press.

Mirsel, R. (2004). Teori Pergerakan Sosial: Kilasan Sejarah dan Catatan Bibliografis.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Monalu, D. (2007). gerakan sosial dan perubahan kebijakan publik kasus perlawanan masyarakat batak vs PT. Inti Indorayon Utama, porsea, Sumatera Barat. Populasi, 1.

Nonstopnews. (2019, March). Sering Kekurangan Air Bersih, WargaBayah Tanamn Pohon di Sekitar Pabrik Semen Merah Putih. Nonstopnews.Id.

Rachel farakhiyah, M. I. (2019). Eksistensi Masyarakat Adat Tergerus Oleh Kebutuhan Zaman Studi Analisis Konflik Masyarakat Adat Sunda Wiwitan di Kuningan yang Terusir dari Tanah Adatnya Sendiri dengan Teori Identitas. JURNAL KOLABORASI RESOLUSI KONFLIK, 1.

Ramadhan, G. (2018). Identitas dan Gerakan Sosial di Rumpin: gerakan petani dalam konflik pertanahan (studi kasus konflik tanah antara petani rumpin dengan TNI AU di Bogor). Jurnal Polinter Prodi Ilmu Politik Fisip UTA’45 Jakarta, 3.

Regus, M. (2011). tambang dan perlawanan rakyat: studi kasus tambang di manggarai NTT. Lab Sosio Universitas Indonesia, 16.

Rizky agus harnanto, Atika ishmatul ummah, Elsya rekavianti, A. ratnasari. (2018). Gerakan Masyarakat Kendeng, Rembang untuk Keadilan dan Penegakan Hak Asasi Manusia. Jurnal Sosiologi Walisongo, 2. https://doi.org/10.21580/jsw.2018.2.1.2270

Robbins, P. (2012). Political Ecology: A Critical Introduction. Wiley-Blackwell.

Safitri, N. (2011). Masalah Sosial Dan Konflik Masyarakat Adat Papua Dengan Pt Freeport Indonesia (Tinjauan Antropologis). JURNAL ILMU SOSIAL-FAKULTAS ISIPOL UMA, 4.

Seuhendra, Z. (2015). Menengok Pabrik Semen Rp7,8 Triliun Diatas Laut Banten. Detikfinance. finance.detik.com

Siahaan, V. R. (2020). Politik Lingkungan Indonesia: Teori dan Studi kasus (1st ed.). UKI Press.

Tarrow, S. (1998). Power in Movement, Social Movements and Contentius Politics. Cambridge University Pres.

Taylor, W. D. (2000). The Rise of the Environmental Justice Paradig Injustice Framing and the Social Construction of Environmental Discourse. University! Of! Michigan.! American! Behavioral! Scientist, 43.

Wilujeng, P. restu. (2017). Girls Punk : Gerakan Perlawanan Subkultur Di Bawah Dominasi Maskulinitas Punk. Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 1.




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v3i2.103

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.