Diskriminasi Terhadap Kelompok Minoritas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Tangerang Selatan

Apriadi Richi Simamora, Abdul Hamid, M Dian Hikmawan

Abstract


Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang berada di Kota Tangerang Selatan merupakan kelompok minoritas yang  sering mengalami praktek diskriminasi. Praktek diskriminasi yang dialami komunitas ini  bersifat verbal melalui penyebutan ‘sesat’ dan ‘diluar Islam’. Serta non-verbal yang berujung pada pelarangan pembangunan tempat ibadah, dan penolakan keberadaan Ahmadiyah. Perilaku diskriminasi ini timbul dari perilaku sosial yang tercipta oleh aktor dan budaya yang ada. Sehingga muncul rumusan masalah bagaimana relasi agen dan struktur masyarakat dalam perilaku diskriminasi terhadap komunitas JAI di Kota Tangerang Selatan. Analisis dalam penelitian ini dibedah menggunakan teori Strukturasi Anthony Giddens yang menjelaskan konsep hubungan dualitas struktur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan terdapatnya pola praktik sosial yang diciptakan oleh kelompok anti-Ahamdiyah serta pengusaanya dalam gugus struktur yakni dominasi, signifikasi, dan legitimasi. Praktik sosial ini menyebabkan terbentuknya rutinitas yang tidak mampu di de-rutinitaskan oleh kelompok Ahmadiyah, sehingga mereka berada dalam lingkaran yang membuatnya terdiskriminasi.

 

The Indonesian Ahmadiyya Community (JAI) located in the city of South Tangerang is a minority group that often experiences discrimination. The practice of discrimination experienced by this community from being verbal through the mention of "pervert" and "outside Islam". And non-verbal actions which led to the prohibition on the construction of places of worship, and the rejection of the existence of Ahmadiyya. This behavior of discrimination arises from social behavior created by actors and the culture that exists. So that the problem appears formulation, How the relationship of agents and community structure in the behavior of discrimination against the JAI community in South Tangerang City. The analysis in this study was dissected using Structuration Theory Anthony Giddens which explained the concept of structural duality relations. This type of research is qualitative with phenomenological methods. The results of this study showed that there is a pattern of social practice created by the anti-Ahamdiyah group as well as its exhortion in structural groups namely domination, signification, and legitimacy. This social practice has led to the formation of routines that the Ahmadiyya group cannot de-routine, so they are in a circle that makes them discriminated against.

 


Keywords


Kelompok Ahmadiyah; Kelompok Anti-Ahmadiyah; Relasi Agen dan Struktur

Full Text:

PDF (19-37)

References


Ahmadiyah.id. (2014). Februari. “Ahmadiyah Sebuah Gambaran Singkat.” www.Ahmadiyah.id/Ahmadiyah.com

Ahyar, Muzayyin. (2015). Ahmadiyah Dalam Labirin Syariah dan Nasionalisme Ketuhanan di Indonesia. Samarinda: Zamahib (14)2, (hal. 110-118)

Alam, Syamsir. (2013). Juli. Kaum Ahmadiyah dan Politik Menteri Agama http://Ahmadiyah.org/kaum-Ahmadiyah-dan-politik-menteri-agama/ pada 1

Andries, Flaius F., dkk. (2014). Identitas Jemaah Ahmadiyah Indonesia Dalam Konteks Multikultural. Ambon: Humaniora (26)2, (hal 117-133)

Creswell, John. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 11/MUNAS VII/MUI/15/2005 Tentang Aliran Ahmadiyah

Giddens, Anthony. (1979). Central Problems In Social Theory Action, Stucture and Contradiction In Social Analysis. London; Macmillan education LTD.

Giddens, Anthony. (2010). Metode Sosiologi: Kaidah-Kaidah Baru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giddens, Anthony. (2016). Teori Strukturasi Dasar-Dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat. Yogyakarta: Pusataka Pelajar.

Hamdi, Saipul. (2011). Ahmadiyah Era Refomasi. Kalimantan Timur : Jurnal Al-Ulum (11)1, (hal 27-46)

Hikmawan, M. D. (2017a). Pluralisme Demokrasi Politik di Indonesia. Journal of Governance, 2(2), 223–247. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31506/jog.v2i2.2678

Hikmawan, M. D. (2017b). Politik Perbedaan: Minnoritas dalam Implementasi Kebijakan. Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies (JIPAGS), 1(1), 88–98.

Maliki. Dewi N. (2010). Resistensi Kelompok Mnoritas Keagamaan Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Yogyakarta: JSP (14)1, (hal. 47-62)

Moleong, Lexy J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Priyono, B. Herry. (2002). Anthony Giddens Suatu Pengantar. Bogor: Kepusatakaan Populer Gramedia.

Peraturan Gurbernur Banten Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Larangan Aktivitas Penganut, Anggota Dan/Atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Wilayah Provinsi Banten.

Setara Institute. Laporan Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan minoritas keagamaan di Indonesia Tahun 2017. Jakarta.

Sudjami. (2013). Yang Minoritas: Yang Tertindas (Analisis Konflik Ahmadiyah vs “ Islam”). Bangka Belitung: Universitas Bangka Belitung (hal 75-85)

Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung, Nomor : 3 Tahun 2008, Nomor 199 Tahun 2008, dan Nomor : Kep-033/A/JA/6/2008 Tentang Peringatan dan Perintah Kepada Penganut, Anggota, Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Pengesahan International Convenant On Civil Political Rights (Konvenan Internasional Tentang Hak-hak Sipil dan Politik).

Van Bruinessen, Martin. (1992). Gerakan Sempalan di Kalangan Umat Islam Indonesia: Latar Belakang Sosial-Budaya. Ulumul Qur’an (3)1, (hal. 16-27).




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v1i1.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.