Bagaimana Polisi Menangani Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): Studi Kasus Polrestabes Semarang

Anggia Putri Anggraeni, Hendra Try Ardianto

Abstract


This article aims to understand how the police handle cases of Domestic Violence (KDRT), in particular by seeing to what extent the handling is sensitive to victims. Using the case study method, the authors conducted a qualitative analysis with research work that relied on data from the police, victims, and non-governmental organizations that provide legal assistance to victims of domestic violence. The findings in this study indicate that the handling of domestic violence cases using a restorative justice approach is much more effective than a retributive approach. The conclusion of this article shows that normatively there is a good understanding from the police to handle domestic violence issues so that they are more sensitive to victims. However, the limited number of officers, especially female officers, often appears as an obstacle to providing better victim-sensitive services.

 

Artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana pihak kepolisian menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya dengan melihat seberapa jauh penanganan tersebut memiliki sensitifitas terhadap korban. Dengan menggunakan metode studi kasus, penulis melakukan analisis kualitatif dengan kerja penelitian yang mengandalkan data dari pihak polisi, korban, dan lembaga non-pemerintah yang memberi bantuan hukum korban KDRT. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan kasus KDRT dengan pendekatan keadilan restoratif jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan retributif. Kesimpulan dari artikel ini memperlihatkan bahwa secara normatif sudah adanya pemahaman yang baik dari pihak polisi untuk menangani persoalan KDRT agar lebih sensitif terhadap korban. Walaupun demikian, keterbatasan jumlah petugas, khususnya dari petugas perempuan, seringkali muncul sebagai hambatan untuk memberikan layanan yang sensitif korban menjadi lebih baik. 


Keywords


kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban kekerasan, polisi, keadilan restoratif

Full Text:

PDF (258-270)

References


Aaron, T. J. (1991). Penyaringan Perkara Pidana oleh Polisi (Diskresi Kepolisian), Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Amilia, F., Mansur, M., & Saifuddin, S. (2016). Pergeseran Nilai dan Peran Lembaga Keagamaan dalam Penanggulangan KDRT [Studi Lembaga Keagamaan di Kota Yogyakarta]. Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum, 50(1), 21-48.

Arief, S., & Rahmah, A. (2018). Implementasi Mediasi Penal Dalam Penyelesaian Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). PETITUM, 6(1 April), 8-21.

Bakar, H. A. (2017). Pemetaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sumatera Barat. Kafaah: Journal of Gender Studies, 7(1), 107-122.

Barata, A. A. (2003). Dasar-Dasar Pelayanan Prima (R. L. Toruan, Ed.). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Basri, S. S. K., & Roslan, S. (2018). Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang Dialami Suami (Studi di Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabaupaten Muna). Jurnal Neo Societal, 3(2).

Budi, T. (2016). Menyedihkan, 300 Kasus KDRT Terjadi di Kota Semarang. Sindonews.Com. Diakses dari https://daerah.sindonews.com/berita/ 1328193/22/menyedihkan-300-kasus- kdrt-terjadi-di-kota-semarang

Creswell, J. W. (2016). Research Design : Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (4th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dafeni, S. R., Mawarni, A., Nugroho, D., & Dharmawan, Y. (2017). Hubungan beberapa faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada istri pus di kelurahan tinjomoyo kecamatan banyumanik tahun 2016. Jurnal kesehatan masyarakat, 5(4), 256-264.

Dwiatmodjo, H. (2011). Pelaksanaan Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Menjadi Korban Tindak Pidana Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Banyumas. Jurnal Dinamika Hukum, 11(2). https://doi.org/10.20884/1.jdh.2011.11.2.91

Eskawati, M. Y., & Endarto, Y. (2018). Faktor–Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(01).

Glorianto, L. O. B. (2019). Peran Polisi dalam Memberikan Perlindungan Sementara Kepada Korban (Istri) dari Kekerasan Suami Dalam Rumah Tangga Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Di Polrestabes Semarang). Doctoral dissertation, UNIKA Soegijapranata Semarang.

Hardiyanti, M., Purwanti, A., & Wijaningsih, D. (2018). Optimalisasi Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Melalui Lembaga Layanan Rujukan (Rumah Aman) di Kota Semarang. Diponegoro Law Journal, 7(2), 122-136.

Harkrisnowo, H. (2004). Domestic Violence (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Dalam Perspektif Kriminologi dan Yuridis. Indonesian Journal of International Law, 1(4), 709–734. https://doi.org/10.17304/ijil.vol1.4.563

Hidayati, O. (2017). Peranan Kepolisian dalam Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga Di Polresta Bandar Lampung. Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Diakses dari http://digilib.unila.ac.id/27415/20/ skripsi%20tanpa%20%20bab%20pembahasan.pdf

Ludfi, L., Jumiati, J., & Hidayati, F. (2018). Mediasi Penal: Alternatiff Penyelesaian Perkara KDRT. Hukum Islam, 18(1), 19-39.

Lumbanbatu, H., & Hidir, A. (2019). Peran Dalihan Na Tolu dalam Menyelesaikan Permasalahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (Kdrt) Di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 6: Edisi II

Mansur, D., Arief, M., & Gultom, E. (2007). Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan : Antara Norma dan Realita. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Muljono, P. (2015). Analisis Perbandingan KDRT oleh Suami dan Istri di Jawa Barat. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 31(2), 271-282.

Pudjiarto, S. H. (1999). Hak Asasi Manusia : Kajian Filosofis dan Implementasinya dalam Hukum Pidana di Indonesia. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Purba, L. (2011). Kekerasan Terhadap Perempuan: Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Perdagangan Orang. Diakses dari https://kemenpppa.go.id/ lib/uploads/list/7970a-5a3f9-8.-kekerasan-terhadap-perempuan.pdf

Rafikah, R. (2017). Peranan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dalam menghapuskan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di kota Bukittinggi. Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 1(2), 173-186.

Raharjo, S. (2009). Masalah Penegakan Hukum : Suatu Tinjauan Sosiologis. Yogyakarta: Genta Publishing.

Rinawati, R. (2017). Pola komunikasi dalam pencegahan KDRT di Jawa barat. Mediator: Jurnal Komunikasi, 10(1), 87-96.

Simbolon, N. Y. (2020). Analisis Yuridis Terhadap Peran Polisi Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Kdrt Di Ditreskrimsus Polda Sumut. Jurnal Ilmiah Kohesi, 4(2), 43-43.

Soetoprawiro, K., Abdurrachman, H., Idayanti, S., & Permanasari, D. I. (2013). Pelatihan dan Pembentukan Kader KDRT dalam Penanganan dan Pendampingan Korban KDRT di Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Research Report-Humanities and Social Science, 2.

Suahrdin, Y. (2007). Peranan Hukum dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Hukum Pro Jutistia, Vol. 25, pp. 270–282..

Sudarty, E., Nur, S., Nawawi, K., Arfa, N., & Erwin, E. (2019). Penyuluhan Hukum Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Kepada Anggota Polisi Dan Penyidik Di Kepolisian Resort (POLRES) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 3(2), 191-203.

Sulistyowati, I. (2006). Perempuan dan Hukum : Menuju Hukum Yang Berperspektif Kesetaraan dan Keadilan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Tedjosaputro, L., & Krismiyarsi, K. (2012). Kebijakan Penanggulangan Kejahatan Melalui Mediasi Penal Sebagai Alternatif Penyelesaian Tindak Pidana Kdrt. Jurnal Kriminologi Indonesia, 8(1).




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v2i3.68

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.