Dialektika Relasional Transgender dengan Keluarga: Fenomenologi Transgender dalam Keluarga di Kabupaten Cianjur

Yessi Sri Utami, Pupu Jamilah, Muhammad Taupiq Ibrahim

Abstract


Abstract

This study aims to examine the relationship between transgender and family in negotiating identity tendencies as transgender. The family is the smallest social group in society, has a vital role in the mental and physical development of each family member, and is also the group most affected by the clash of social norms related to gender construction. The results of this study indicate that transgender people negotiate their identity tendencies with verbal and non-verbal communication, occurring over a long period of time. The dialectical relationships that are established are not linear nor are they bound by space and time. However, the level of intimacy between transgender and family is linear, bound in units of space and time. The level of rejection and acceptance of gender identity will affect the level of intimacy in family relationships. Negotiating identity begins when the research subject experiences awareness of identity tendencies that are different from the social construction of gender. Forming a conceptual dialectic where conflicts that occurred in past relationships are dialectical elements that frame a relationship to be able to overcome subsequent conflicts.

Keywords: relationship, transgender, family, dialectic, acceptance

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan transgender dengan keluarga dalam menegosiasikan kecenderungan identitas sebagai transgender. Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat, mempunyai peranan vital dalam pekembangan mental dan fisik setiap anggota keluarga, juga merupakan kelompok yang paling terdampak oleh benturan norma sosial terkait konstruksi gender. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa transgender menegosiasikan kecenderugan identitasnya dengan komunikasi verbal dan nonverbal, terjadi dalam kurun waktu yang panjang, Hubungan dialektika yang terjalin tidak bersifat linear juga tidak terikat pada ruang dan waktu. Namun tingkat keintiman hubungan transgender dengan keluarga bersifat linear, terikat dalam satuan ruang dan waktu. Tingkat penolakan dan penerimaan identitas gender akan berpengaruh terhadap tingkat keintiman dalam hubungan keuarga. Menegosiasikan identitas dimulai sejak subjek peneitian mengalami kesadaran terhadap kecenderungan identitas yang berlainan degan konstrksi sosial terhadap gender. Membentuk dialektika konseptual dimana konflik yang terjadi dalam hubungan dimasalalu merupakan elemen diaektika yang membinkai sebuah hubungan untuk dapat mengatasi konflik-konflik berikutnya.

Kata kunci: hubungan, transgender, keluarga, dialektika, penerimaan


Keywords


relationship, transgender, family, dialectic, acceptance

Full Text:

PDF

References


Baxter, L. A., & Montgomery, B. M. (1996). Relating: Dialogues and dialectics. Guilford Press.

Baxter, L. A., & Montgomery, B. M. (2013). A Guide to Dialectical Approaches to Studying Personal Relationships. In Dialectical Approaches to Studying Personal Relationships (pp. 1-15). Psychology Press.

Belcastro, P. A., & Ramsaroop-Hansen, H. (2018). Examining the sexual enigma of the immigrant paradox with international students. J Int Stud, 8(4), 1783-814.

Burgess, C. (2007). Multicultural Japan? Discourse and the'M th'of Homogeneit [Indonesian Translation A ailable]. The Asia-Pacific Journal| Japan Focus Volume, 5(3).

Davies, S. G. (2019). Islamic Identity and Sexuality in Indonesia 56.

Erlia, T. (2013). Gambaran Tokoh Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah Karya Andrei Aksana: Tinjauan Psikologi Sastra.

Ford, K., Wirawan, D. N., Sumantera, G. M., Sawitri, A. A. S., & Stahre, M. (2004). Voluntary HIV testing, disclosure, and stigma among injection drug users in Bali, Indonesia. AIDS Education and prevention, 16(6), 487-498

Ghaziani, A. (2008). The dividends of dissent: How conflict and culture work in lesbian and gay marches on Washington. University of Chicago Press.

Ghozali, A. M. (2017). Fenomena LGBT Dalam Perspektif HAM dan Doktrin Agama (Solusi dan Pencegahan). Refleksi, 16(1), 29-66.

Hamirul, H. (2019). Kaum Biseksual dan Problematikanya di Indonesia. SIPATAHOENAN, 5(1), 65-76.

Nurmila, N. (2009). Women, Islam and everyday life: Renegotiating polygamy in Indonesia. Routledge.

Santoso, M. B. (2016). LGBT dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Share: Social Work Journal, 6(2), 220.

Sari, F. M. (2016). Konstruksi Media terhadap transgender. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 3(1).

Spector, S. A., Hirata, K. K., & Neuman, T. R. (1984). Identification of multiple cytomegalovirus strains in homosexual men with acquired immunodeficiency syndrome. The Journal of infectious diseases, 150(6), 953-956.

Yulianah, S. E. (2022). Metodelogi Penelitian Sosial. CV Rey Media Grafika.




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v4i4.345

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.