The Role of Bye-Bye Plastic Bags in Realizing Bali Provincial Government Policy Regarding the Restriction of Plastic Bags in 2013-2018

Gita Permata Lestari, Tasya Amalia Fitri, M Dian Hikmawan

Abstract


Abstract:

Bye Bye Plastic Bags is an environmental movement that emerged due to the unrest of two young people named Isabel Wijsen and Melati Wijsen regarding the problem of using plastic on the island of Bali because plastic waste on the island of Bali turned out to be found in rice fields and beaches which caused clogged gutters and filled the river. This is a problem in the reality of the environment in Bali should be a concern for local governments and communities. Therefore in this study an analysis will be made on the role of Bye Bye Plastic Bags in realizing the policy of the Provincial Government of Bali in limiting plastic bags in 2013-2018. Theories used in this study are environmental political actors, new social movements and environmental movements and non-government organizations. The method used in this research is a qualitative descriptive approach to explain the journey of Bye Bye Plastic Bags in carrying out its programs and activities so as to realize the policies of the Bali government. The results of the analysis show that the successful activities carried out by Bye Bye Plastic Bags in 2013-2018 in realizing the policy of the Provincial Government of Bali regarding the limitation of plastic bags, namely Spreading Awareness and Education, Creating Policy and Regulation with Government, Showing Solution, and Growing the Movement.

Keywords: new social movement, environmental movement, environmental politics.

  

Abstrak

Bye Bye Plastic Bags merupakan gerakan lingkungan yang muncul akibat keresahan dua anak muda bernama Isabel Wijsen dan Melati Wijsen terkait masalah penggunaan plastik di pulau Bali karena sampah plastik di pulau Bali ternyata terdapat pada beras. sawah dan pantai yang menyebabkan selokan tersumbat dan memenuhi sungai. Hal ini menjadi masalah dalam realitas lingkungan hidup di Bali yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan analisis tentang peran Kantong Plastik Bye Bye dalam mewujudkan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam pembatasan kantong plastik tahun 2013-2018. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah para aktor politik lingkungan, gerakan sosial baru dan gerakan lingkungan serta lembaga swadaya masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk menjelaskan perjalanan Kantong Plastik Bye Bye dalam menjalankan program dan kegiatannya guna mewujudkan kebijakan Pemerintah Bali. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan kegiatan yang dilakukan Kantong Plastik Bye Bye tahun 2013-2018 dalam mewujudkan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali mengenai pembatasan kantong plastik yaitu Penyebaran Kesadaran dan Edukasi, Membuat Kebijakan dan Regulasi dengan Pemerintah, Menunjukkan Solusi, dan Menumbuhkan Gerakan.

Keywords: gerakan sosial baru, gerakan lingkungan, politik lingkungan.


Keywords


new social movement, environmental movement, environmental politics.

Full Text:

PDF (1-12)

References


Danial dan Wasriah. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Din. (2019). KLHK : 72 Persen Masyarakat Tak Peduli dengan Sampah Plastik. CNN Indonesia.

Fajrian. (2019). Infografis : Sampah Plastik Indonesia dalam Angka. CNN Indonesia.

Hidayat, H. (2011). Politik Lingkungan: Pengelolaan Hutan Masa Orde Baru dan Reformasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hikmawan, M. D., & Hidayat, R. (2016). Depoliticisation of Public Issue : Low Degree of Government ’ S Democratic Legitimacy. Journal of Governance, 1(1), 23–37. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31506/jog.v1i1.1311

KLHK. (2018). Deklarasi Kendalikan Sampah Plastik Industri. Www.Ppkl.Menlhk.Go.Id.

Komang, A. (2008). Perilaku Keorganisasian. Graha Ilmu.

Kurniadi, H., & Hizasalasi, M. (2017). Strategi Kampanye Diet Kantong Plastik. 2th Celscitech-UMRI 2017, 2, 73–78.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya.

Moleong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. PT. Remaja Rosdakarya.

Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.

Nugroho, A. (2017). Geliat Organisasi Pemuda Lingkungan (Opl) Dalam Ranah Gerakan Lingkungan Di Yogyakarta. Jurnal Sosiologi Agama, 9(1), 190. https://doi.org/10.14421/jsa.2015.091-07

Pramatatya, Y. (2017). Upaya Bye Bye Plastic Bags dalam Mencapai Bali Bebas Tas Plastik (2013-Mei 2017). Skripsi, 451.

Rochwulaningsih, Y. (2017). Dinamika Gerakan Lingkungan dan Global Environmental Governance. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 2(2), 151. https://doi.org/10.14710/jscl.v2i2.16188

Ronasifah, F., Publik, J. A., Admiministrasi, F. I., Malang, U. I., Mt, J., Malang, H., Unisma, L., Mt, J., & Malang, H. (2019). PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) CAKRAWALA KEADILAN DALAM PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN ( Studi Tentang Gerakan Peduli Sampah Di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan ). Jurnal Respon Publik, 13(3), 53–61.

Rosidin, I. (2019). Peneliti : 33 Ribu Ton/Tahun Sampah Plastik Terbuang ke Laut. IDN Times Bali.

Sari, D. K., & Siahainenia, R. R. (2015). Gerakan Sosial Baru di Ruang Publik Virtual pada Kasus Satinah. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 12(1). https://doi.org/10.24002/jik.v12i1.446

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Wahyudin, E. A. (2018). Gerakan Sosial Baru Dan Politik Lingkungan (Studi Atas Kontribusi Walhi Terhadap Ruang Terbuka Hijau Di Dki Jakarta 2004-2017). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Widianti, V., & Rahman, A. Z. (2017). Implementasi Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 123 Tahun 2014 Tentang Kepesertaan Dan Pelayanan Jaminan Kesehatan Di DKI Jakarta. Indonesian Journal of Public Policy and Management Review, 6, 431–440.

Wulan, R. M., & Muktiali, M. (2013). Peran Non Governmental Organization (GIZ dan LSM Bina Swadaya) terhadap Klaster Susu Sapi Perah di Kabupaten Boyolali. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 1(2), 157. https://doi.org/10.14710/jwl.1.2.157-174




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v3i1.60

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.