Implementation of Educational Policies in Overcoming Juvenile Delinquency
DOI:
https://doi.org/10.37950/ijd.v4i1.242Keywords:
Education Policy, Students, Juvenile Delinquency.Abstract
Abstract
The role of education in the moral development of students is very strategic because shaping the morale of practical students can only be done through education; in this case, school members (principals, teachers, employees, and students) have a significant role in the development of character values. And student morale. Therefore, as a manager and leader, the principal is responsible for translating and implementing educational policies to shape the nature and morals of students, in this case, minimizing juvenile delinquency. This study aims to analyze the implementation of educational policies in overcoming juvenile delinquency. This study uses a qualitative method with a descriptive type of research approach to document/text studies. The study results show that in realizing the successful implementation of educational policies to overcome juvenile delinquency, three things can be influenced: the logic used by a policy, the nature of the cooperation needed, and substantial human resources. Besides that, in the elaboration of implementation, it will be successful if it also pays attention to communication, resources, school residents' attitudes, and the prevailing bureaucratic structure.
Keywords: Education Policy, Students, Juvenile Delinquency.
Â
Abstrak
Peran pendidikan dalam pengembangan moral siswa sangat strategis karena pembentukan moral siswa praktis hanya dapat dilakukan melalui pendidikan; dalam hal ini warga sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa) memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan nilai-nilai karakter. Dan moral siswa. Oleh karena itu, sebagai manajer dan pemimpin, kepala sekolah bertanggung jawab menerjemahkan dan melaksanakan kebijakan pendidikan untuk membentuk watak dan akhlak siswa, dalam hal ini meminimalkan kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan dalam mengatasi kenakalan remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi dokumen/teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mewujudkan keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan untuk mengatasi kenakalan remaja, ada tiga hal yang dapat dipengaruhi: logika yang digunakan oleh suatu kebijakan, sifat kerjasama yang dibutuhkan, dan sumber daya manusia yang cukup besar. Selain itu, dalam penjabaran pelaksanaannya akan berhasil jika juga memperhatikan komunikasi, sumber daya, sikap warga sekolah, dan struktur birokrasi yang berlaku.
Kata kunci: Kebijakan Pendidikan, Siswa, Kenakalan Remaja.
References
Akib, H. (2010). Implementasi kebijakan: apa, mengapa, dan bagaimana. Jurnal Administrasi Publik, 1(1), 1-11.
Alfirzan, A., Nasri, Y., & Gistituati, N. (2021). Kebijakan Pendidikan serta Implementasi Kebijakan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1521-1529.
Arikunto, S. (2010). Metode penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Aroma, I. S., & Suminar, D. R. (2012). Hubungan antara tingkat kontrol diri dengan kecenderungan perilaku kenakalan remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(2), 1-6.
Aspi, M., & Syahrani, S. (2022). Profesional Guru Dalam Menghadapi Tantangan Perkembangan Teknologi Pendidikan. Adiba: Journal of Education, 2(1), 64-73.
Bakry, A. (2010). Kebijakan pendidikan sebagai kebijakan publik. Jurnal Medtek, 2(1), 1-13.
Duke, D. L. (1989). School policies and educational opportunities for minority students. Peabody Journal of Education, 66(4), 17-29.
Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 143, 32-49.
Idris, M. (2018). Pendidikan Karakter: Perspektif Islam Dan Thomas Lickona. Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 77-102.
Imron, A. (1995). Kebijaksanaan pendidikan di Indonesia: Proses, produk dan masa depannya. Bumi Aksara.
Karlina, L. (2020). Fenomena Terjadinya Kenakalan Remaja. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 147-158.
Kartono, K. (1992). Patologi sosial 2 kenakalan remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
Musfah, J. (2016). Analisis Kebijakan Pendidikan. Prenada Media.
Nisrima, S., Yunus, M., & Hayati, E. (2016). Pembinaan perilaku sosial remaja penghuni yayasan islam media kasih kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan, 1(1).
Prasasti, S. (2017, July). Kenakalan remaja dan faktor penyebabnya. In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling (Vol. 1, No. 1, pp. 28-45).
Santrock, J. W. (2003). Adolescence (PerkembanganRemaja). Jakarta: Erlangga.
Solichin, M. (2015). Implementasi Kebijakan Pendidikan Dan Peran Birokrasi. Religi: Jurnal Studi Islam, 6(2), 148-178.
Sudarsono. (1995). Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sumara, D. S., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenakalan remaja dan penanganannya. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2).
Sutapa, M. (2008). Kebijakan pendidikan dalam Perspektif Kebijakan Publik. Jurnal Manajemen Pendidikan UNY, 2, 112408.
Syafaruddin, S., Asrul, A., Mesiono, M., Wijaya, C., & Usiono, U. (2016). Inovasi pendidikan: suatu analisis terhadap kebijakan baru pendidikan.
Unayah, N., & Sabarisman, M. (2015). Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas. Sosio informa, 1(2).
Wahab, S. A. (2021). Analisis kebijakan: dari formulasi ke penyusunan model-model implementasi kebijakan publik. Bumi Aksara.
Yuliah, E. (2020). Implementasi Kebijakan Pendidikan. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum dan Pendidikan, 30(2), 129-153.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with International Journal of Demos (IJD) agree to the following Open Access terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution- 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
