Dekonstruksi Identitas Mantan Narapidana: Studi Kasus Aktivisme Komunitas Banten Peduli Umat (BPU) Kabupaten Pandeglang, Banten

Authors

  • Melda Puji Astuti Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Zulfikar Fahmi Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Alfida Fitriya Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mahpudin Mahpudin Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v2i1.384

Keywords:

deconstruction, discrimination, identity

Abstract

Abstract:

As social beings who are no different from humans in general, ex-terrorist convicts also need a social life that runs within the scope of social life. The problem that ex-convicts, whether terrorists or not, are often exposed to is exclusion and hostility from the local community in the socialization of life. This study aims to look at efforts to deconstruct bad grades for ex-convicts in Menes, Pandeglang district with efforts to provide social assistance and welfare activities. In examining the research problem this time, the researcher uses the Subaltern theory from Gayatri Spivvak and Deconstruction Identity from Chris Barker which is supported by 3 deconstruction factors from Derrida. This research used a case study approach in a qualitative method which was carried out in the village of Menes, Pandeglang district with data collection techniques namely Observation, Interview and Documentation. The results of the research found by researchers are that the deconstruction efforts carried out by former terrorist convicts in Menes with the Friday Blessing movement succeeded in changing the bad image that was directed at them, this was marked by the waning of discriminatory treatment against them and the relationship of life with the local community to run harmoniously and inclusively.

Keywords: deconstruction, discrimination, identity

 

Abstrak

Sebagai makhluk sosial yang tidak berbeda-dengan manusia pada umumnya, mantan narapidana teroris juga butuh akan kehidupan sosial yang berjalan dalam lingkup kehidupan bermasyarakat, permasalahan yang kerap diterpa dari para mantan narapidana baik teroris ataupun tidak ialah pengucilan dan permusuhan dari masyarakat setempat dalam sosialisasi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya dekonstruksi nilai buruk terhadap mantan narapidana di Menes kabupaten Pandeglang dengan upaya kegiatan bantuan dan kesejahteraan sosial, dalam mengkaji permasalahan penelitian kali ini peneliti menggunakan teori Subaltern dari Gayatri Spivvak dan Deconstruction Identity dari Chris Barker yang didukung oleh 3 faktor dekonstruksi dari Derrida. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dalam metode kualitatif yang dilakukan di kampung Menes kabupaten Pandeglang dengan Teknik pengumpulan data yakni Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti ialah Upaya dekonstruksi yang dilakukan oleh para mantan narapidana teroris di Menes dengan gerakan Jumat Berkah berhasil mengubah citra buruk yang tertuju kepada mereka, hal ini ditandai dengan  memudarnya perlakuan diskriminasi terhadap mereka dan relasi kehidupan dengan masyarkat setempat berjalan harmonis dan inklusif.

Kata kunci: dekonstruksi, diskriminasi, identitas

References

Al-Jauhar, B. M., & Imron, A. (2014). Konstruksi Masyarakat terhadap Mantan Narapidana. Paradigma, 2(1), 1–6. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/691

Arani, E. W. (2010). Fakultas psikologi universitas muhammadiyah surakarta 2010. May 2014, 0–8.

Castells, M. (2011). The power of identity. John Wiley & Sons.

Fitriyanti, F. (2019). Adaptasi sosial Mantan Narapidana Remaja dengan Masyarakat di Kecamatan Camba Kabupaten Maros (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR).

Fristian, W., & Sulismadi, S. (2020). Upaya Penyesuaian Diri Mantan Narapidana Dalam Menanggapi Stigma Negatif Di Kecamatan Klakah, Lumajang. ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(1), 101-120.

FRISTIAN, W. (2020). UPAYA PENYESUAIAN DIRI MANTAN NARAPIDANA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DALAM MENANGGAPI STIGMA NEGATIF (Studi di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang).

Handoko, A. (2019). Analisis Kejahatan Terorisme Berkedok Agama. Salam: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar’I, 6(2), 156.

Izzulhaq, A. (2019, May). Stigmatisasi pada Mantan Narapidana Penyalahgunaan Ganja di Lingkungan Serang. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP (Vol. 2, No. 1, pp. 244-253).

Jane, E. A., & Barker, C. (2016). Cultural studies: Theory and practice. Cultural Studies, 1- 760.

Kusumaningsih, L. P. S. (2017). Penerimaan Diri dan Kecemasan terhadap Status Narapidana. Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 9(3), 234–242.

Marsa, Y. J. (2022). Respon Sosial Terhadap Ana Mantan Narapidana. Al-Irsyad, 11(2), 289. https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v11i2.11151 Meilya, I. R., Hanafi, S.,

Najibuddin, M. (2014). Persepsi masyarakat terhadap mantan narapidana di desa benua jingah kecamatan barabai kabupaten hulu sungai tengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 4(7).

Santosa, B. T., & Ocktarani, Y. M. (2020). Dekonstruksi Narasi Subaltern Siti Walidah Dalam Naskah Drama Nyai Ahmad Dahlan (2017) Karya Dyah Kalsitorini: Pendekatan Subaltern Gayatri Spivak. Atavisme, 23(1), 33-43.

Setiawan, R. (2018). Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 6(1), 12-25. Spivak, G. C. 1994. “Can the subaltern speak?†dalam P. Williams & L. Chrisman (eds), Colonial Discourse and Post-Colonial Theory.

Siregar, H., & Fauzi, A. (2020). Narapidana Wanita dalam Penjara: Kajian Perilaku Sosial Narapidana Wanita. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 139-147.

Suminar, R. (2019). Interaksi Sosial Antara Mantan Narapidana Perempuan Dengan Masyarakat Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda. EJournal Sosiatri-Sosiologi, 2019(4), 64–75.

Windiani, R. (2017). Peran Indonesia dalam memerangi terorisme. Jurnal Ilmu Sosial, 16(2), 135-152

Downloads

Published

2023-05-31

Issue

Section

Articles