Transformasi Tata Kelola Pasca-Banjir di Bima: Inovasi Administratif dalam Rehabilitasi Ekosistem Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.37950/joc.v5i2.748Abstract
Banjir berulang yang terjadi di Kota Bima selama periode 2016–2025 telah menimbulkan kerusakan ekologis, sosial, dan ekonomi yang signifikan, sekaligus mengungkap lemahnya koordinasi kelembagaan, tumpang tindih kewenangan, serta belum optimalnya integrasi kebijakan rehabilitasi lingkungan yang berorientasi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi tata kelola administratif pasca-banjir melalui pendekatan Pengelolaan Adaptif inovatif dalam mendukung rehabilitasi ekosistem berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Kota Bima, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kolaborasi antarlembaga, kapasitas adaptif pemerintah daerah, serta faktor pendukung dan penghambat rehabilitasi ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan rehabilitasi pasca-banjir sangat ditentukan oleh penguatan tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan organisasi sosial melalui koordinasi lintas sektor, komunikasi terintegrasi, pembagian kewenangan yang jelas, serta pengambilan keputusan partisipatif. Selain itu, adaptivitas tata kelola tercermin dalam inovasi kebijakan rehabilitasi daerah aliran sungai, penguatan fungsi ekologis wilayah, dan integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Temuan ini menegaskan bahwa rehabilitasi ekosistem pasca-bencana merupakan proses transformasi administratif yang memperkuat ketahanan ekologis, meningkatkan kapasitas adaptif kelembagaan, serta mendukung pembangunan daerah yang resilien dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Tata Kelola Adaptif; Rehabilitasi Ekosistem; Collaborative Governance; Pascabanjir; Pembangunan Berkelanjutan.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Armitage, D., Berkes, F., & Doubleday, N. (2019). Adaptive co-management and environmental governance. Environmental Science and Policy, 92, 1–10.
Chaffin, B. C., Gosnell, H., & Cosens, B. A. (2014). A decade of adaptive governance scholarship. Ecology and Society, 19(3), 56.
Djalante, R., Shaw, R., & DeWit, A. (2020). Building resilience against biological hazards and pandemics: COVID-19 and its implications for disaster risk reduction and management. Progress in Disaster Science, 6, 100080.
Fadli, M., & Syafrudin, A. (2023). Inovasi kebijakan publik dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi. Jurnal Administrasi Negara, 29(2), 177–194.
Folke, C., Hahn, T., Olsson, P., & Norberg, J. (2005). Adaptive governance of social-ecological systems. Annual Review of Environment and Resources, 30, 441–473.
Haryanto, J. T., & Kurniawan, T. (2023). Kolaborasi multiaktor dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 27(1), 45–61.
Kurniawan, B., & Sopanah. (2024). Sinergi pemerintah dan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Jurnal Administrasi Publik, 20(1), 1–17.
Nugroho, R., & Setiawan, A. (2023). Kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam pengurangan risiko bencana. Jurnal Administrasi Publik, 19(2), 211–228.
Nuryanti, S., & Hermawan, D. (2022). Tata kelola kolaboratif dalam rehabilitasi lingkungan pasca-bencana. Jurnal Bina Praja, 14(3), 425–438.
Prasetyo, B., & Kismartini. (2021). Governance adaptif dalam penanganan perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(1), 89–101.
Purwanto, E. A., & Sulistyastuti, D. R. (2022). Collaborative governance dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Jurnal Borneo Administrator, 18(2), 157–176.
Rahayu, S., & Hadiyanto. (2023). Pembangunan berkelanjutan dan tata kelola lingkungan daerah. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 7(1), 52–69.
Rahmawati, I., & Hadi, S. P. (2022). Pengelolaan daerah aliran sungai berbasis kolaborasi. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 10(3), 241–257.
Sari, N., & Kurniasih, D. (2024). Collaborative governance dalam pengelolaan lingkungan perkotaan berkelanjutan. Jurnal Bina Praja, 16(1), 85–101.
Suryani, L., & Mulyadi, M. (2021). Partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem pasca-banjir. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 34(4), 371–384.
Wahyudi, A., & Purnomo, E. P. (2021). Adaptive governance dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Natapraja: Jurnal Kajian Ilmu Administrasi Negara, 9(2), 153–169.
Widodo, J., & Riyanto, B. (2022). Ketahanan sosial dan pemulihan pascabencana berbasis komunitas. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(3), 315–332.
Yulianti, D., & Pratama, R. A. (2024). Integrasi kebijakan lingkungan dan mitigasi bencana di daerah aliran sungai. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 28(1), 37–54.
Yusran, R., & Akbar, D. (2021). Peran stakeholder dalam rehabilitasi lingkungan pasca-banjir. Jurnal Analisis Kebijakan dan Pelayanan Publik, 7(2), 101–118.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author and Journal of Citizenship

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Citizenship (JOC) agree to the following Open Access terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution- 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Journal of Citizenship (JOC) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.