Relevansi Konsep Significant Economic Presence Terhadap Reformasi Pajak Digital Indonesia Pasca Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Authors

  • Abd. Rahman UNIVERSITAS HASANUDDIN
  • Alvina Priya Amanda UNIVERSITAS HASANUDDIN
  • Sakila Sahra UNIVERSITAS HASANUDDIN
  • Muh. Reyham UNIVERSITAS HASANUDDIN
  • Ahmad Mundzir Aiyman UNIVERSITAS HASANUDDIN

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v5i2.767

Abstract

Perkembangan ekonomi digital menimbulkan tantangan terhadap sistem perpajakan internasional yang selama ini bertumpu pada konsep kehadiran fisik (physical presence) sebagai dasar pengenaan pajak. Kondisi tersebut mendorong munculnya konsep Significant Economic Presence (SEP) sebagai alternatif nexus perpajakan bagi perusahaan digital yang memperoleh keuntungan dari suatu negara tanpa kehadiran fisik yang memadai. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pemajakan ekonomi digital dan OECD Pillar One, kajian mengenai relevansi SEP dalam reformasi pajak digital Indonesia pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan SEP dalam sistem hukum perpajakan Indonesia serta mengkaji relevansinya dalam reformasi pajak digital nasional. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mengadopsi SEP sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan ekonomi digital dan upaya memperluas hak pemajakan negara. SEP relevan dalam mendukung reformasi pajak digital karena mampu mengatasi keterbatasan konsep Bentuk Usaha Tetap (BUT), memperkuat keadilan pajak, melindungi hak pemajakan negara pasar, dan memperluas basis pajak nasional. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keberadaan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), ketidakjelasan parameter SEP, keterbatasan akses data digital, serta perkembangan OECD Pillar One. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperkuat konsep economic presence sebagai dasar nexus perpajakan digital dan secara praktis menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi nasional dan internasional untuk mendukung reformasi pajak digital Indonesia.

Kata Kunci: Significant Economic Presence; pajak digital; reformasi perpajakan; UU HPP; OECD Pillar One.

References

Ainun Naza, M., & Fariz Aldaufa, A. (2025). Perlakuan Pajak Digital di Era Digitalisasi: Studi Kasus Kebijakan Pajak E-Commerce di Indonesia. Urnal Pendidikan, Sosial & Humaniora QOSIM?: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 3 / 4. https://doi.org/10.61104/jq.v3i4.2638

Alzamil, Z. S., & Vasarhelyi, M. A. (2019). A new model for effective and efficient open government data. International Journal of Disclosure and Governance, (0123456789). https://doi.org/10.1057/s41310-019-00066-w

Aslam & Shah. (2020). Tec(h)tonic shifts: Taxing the “digital economy” (IMF Working Paper No. WP/20/76). International Monetary Fund. https://www.imf.org/en/Publications/WP/Issues/2020/05/29/Tec-h-tonic-Shifts-Taxing-the-Digital-Economy-49363

Asman, Sujono, & Sudarto. (2026). Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License (CC BY SA 4.0) 1040 Copyright. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4, 3026–2925. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4438

Devereux & Vella. (2018). Implication of digitalization for international corporate tax reform. Intertax, 46 (6/7), 550-559. https://doi.org/10.54648/taxi2018056 https://doi.org/10.31092/jpi.v6i2S.1868

Fitri Amalia, R. (2025). Reformasi Hukum Pajak Indonesia Dalam Menghadapi Ekonomi Digital (Studi Atas Nexus Dan Significant Economic Presence). JURNAL ILMU HUKUM LEX LIBRUM, 12, 51–58.

Hidayat, A. A., Anwari, A. N., Sugiarti, L. D., Zulvia, R. A., & Najmudin, N. (2025). Pemajakan ekonomi digital di Indonesia: Tantangan konseptual dan yuridis dalam penerapan significant economic presence. Journal of Science and Social Research, 8(3), 5392–5401.

Jamro?y, M., & Majdowski, F. (2022). Permanent establishment in digital business. Studia Prawno-Ekonomiczne, 122, 9–35. https://doi.org/10.26485/spe/2022/122/1

Jane Ritchie, J. L. (2003). Qualitative Research Practice. In Journal of Social Intervention: Theory and Practice. https://doi.org/10.18352/jsi.39

Kurniadi, Pohan, M., & Wajdi, F. (2026). Analisis Dampak Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Terhadap Pelaku Usaha Di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 4095-4102. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/5814/4014

Mahpudin, E. (2024). Digital tax reform in Indonesia: Perspective on tax policy development. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(8). https://doi.org/10.24294/jipd.v8i8.7032

Naza, M. A., & Aldaufa, A. F. (2025). Perlakuan Pajak Digital di Era Digitalisasi: Studi Kasus Kebijakan Pajak E-Commerce di Indonesia. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(4), 1665-1673. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/2638

Nur Talita Prapta Putri; Raihanita Fadilah Saputra; Lavita Assyifa Rachmat; Rapif Sultan Alfarizi. (2023). Efektifitas Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Perdagangan Elektronik Ditinjau dari Aspek Pemungutan Pajak. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 1:1, 1–25.

Olbert & Spengel. (2017). International taxation in the digital economy: Challenge accepted? World Tax Journal, 9 (1), 3-46. https://ssrn.com/abstract=4224662

Olbert & Spengel. (2019). Taxation in the digital economy: Recent policy developments and the question of value creation. International Tax Studies, 2 (3), 1-5. https://ssrn.com/abstract=4231124

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2015). Addressing the tax challenges of the digital economy, Action 1 - 2015 final report. OECD/G20 Base Erosion and Profit Shifting Project. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264241046-en

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2017). Model tax convention on income and on capital: Condensed version 2017. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/mtc_cond-2017-en

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2018). Tax challenges arising from digitalisation - Interim report 2018: Inclusive framework on BEPS. OECD/G20 Base Erosion and Profit Shifting Project. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264293083-en

Pawaskar, M. (2019). Significant Economic Presence–Permanent Establishment of the Digital Era. Available at SSRN 4010021. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=4010021

Priyadi Manggolo, G., Endar Susianto, T., Syariah, P., Hamfara, S., & Pasim, S. (2025). PENGARUH FILSAFAT ADAM SMITH DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN TAHUN 1945-ORDE BARU. In Diterima tgl: 1 Juli (Vol. 3).

Puspita Sari, D., & Muhammad Ikhsan, S. (2026). Fair Competition in The Digital Era: Indonesia’s Tax Reform Through Significant Economic Presence (Vol. 13, Number 1).

Putri, N. T. P., Saputra, R., Rachmat, L. A., & Alfarizi, R. S. (2022). Efektifitas Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Perdagangan Elektronik Ditinjau dari Aspek Pemungutan Pajak. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 1(01). https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/121

Sambur, N. G. (2023). Analisis terhadap persetujuan penghindaran pajak berganda korporasi dalam sistem hukum di Indonesia. Lex Administratum, 11(5). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/view/50923

Sari, D. P., & Ikhsan, S. M. (2026). Fair competition in the digital era: Indonesia’s tax reform through Significant Economic Presence. Jurnal Akta. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/akta/article/view/48801

Surono, S., & Apriliasari, V. (2022). Pengaruh Pillar 1 OECD (Unified Approach) terhadap pemajakan digital di Indonesia. Jurnal Pajak Indonesia (Indonesian Tax Review), 6(2S).

Tom Simpson. (2026, April 3). What is the State of Indonesia’s Digital Economy in 2026? A Comprehensive Market Overview. Digital In Asia.

United Nations Conference on Trade and Development. (2019). Digital economy report 2019: Value creation and capture - Implications for developing countries (UNCTAD/DER/2019). https://unctad.org/publication/digital-economy-report-2019

Wahyunanda Kusuma Pratiwi. (2020, January 17). Telkom Ungkap alasan netflix masih di blokir. Kompas.Com.

Wijaya, S., & Utamawati, H. (2018). Pajak penghasilan dari ekonomi digital atas cross-boarder transaction. Jurnal Online Insan Akuntan, 3(2), 135-148. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/2638

Wijayanti, D. M. (2020). Pajak digital: Potensi dan tantangan. Optimum: Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 10(1), 74-83. https://pdfs.semanticscholar.org/9e95/c709126994f53b17c1e2a968a804e47e866d.pdf

Yanuar, M. A. (2023). Optimalisasi penerapan Automatic Exchange of Information (AEoI) dalam mendorong pendapatan negara atas pungutan pajak penghasilan. Scientax: Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia, 4(2), 219–232. https://doi.org/10.52869/st.v4i2.320

Downloads

Published

2026-06-19

Issue

Section

Articles