Kritik Sosial Generasi Z dalam Konten TikTok Pray For Sumatra: Analisis Narasi Bencana dan Kepemimpinan

Analisis Narasi Bencana dan Kepemimpinan

Authors

  • Cecep Ahmad Topa Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v5i2.770

Abstract

Abstract

This study analyzes how Generation Z uses TikTok to create critical narratives about the November 2025 flood disaster in Sumatra and respond to government leadership, rather than simply expressing sympathy. Using a qualitative approach with a focus on narrative analysis, this study explores five TikTok videos using the hashtag #PrayForSumatra created by young content creators aged 17 to 25. The results of this study show that the content is not only about prayer and loss, but also contains social criticism organized in six recurring narrative patterns. These findings confirm that Generation Z is not only a passive and empathetic audience, but also an active communicator, utilizing digital media to change the way society understands the disaster, from a mere "natural tragedy" to a "policy failure that requires structural accountability" from the government. This study ultimately highlights the importance of critical literacy and digital activism of Generation Z in responding to the disaster, with TikTok serving as a means of narrative resistance to the official explanation from the government.

Keywords:  Generation Z, TikTok, Narrative Analysis, Disaster Communication, Leadership Crisis.

 

Abstrak

Penelitian ini meneliti cara Generasi Z menciptakan cerita yang menyoroti masalah terkait banjir di Sumatra pada November 2025 lewat TikTok, sekaligus merespons cara pemerintah bertindak, bukan sekadar menunjukkan rasa sedih. Dengan melihat cara narasi dibuat, studi ini mengamati lima video TikTok bertagar #PrayForSumatra yang dibuat anak muda berumur 17 sampai 25 tahun. Hasilnya, video-video itu bukan hanya berisi doa dan kesedihan, tetapi juga punya kritik sosial dalam enam pola narasi yang muncul berulang. Temuan ini menunjukkan Generasi Z bukan cuma orang yang diam dan ikut merasakan, tapi juga orang yang aktif bicara pakai internet untuk mengubah pandangan orang tentang bencana, dari sekadar "kejadian alam" jadi "kebijakan yang gagal dan pemerintah harus bertanggung jawab". Studi ini akhirnya menekankan pentingnya Generasi Z bisa berpikir kritis dan aktif di internet saat ada bencana, dengan TikTok menjadi cara untuk melawan cerita resmi dari pemerintah.

Kata kunci: Generasi Z, TikTok, Analisis Narasi, Komunikasi Bencana, Krisis kepemimpinan.

References

Referensi

Azzahra, M. E., Hasanah, H. Y., Amelia, D., Melati, R., & Salwi, A. D. (2024). Pengaruh Media Sosial terhadap Komunikasi Antarbudaya Remaja: Studi Kasus di TikTok. Jurnal Bisnis Dan Komunikasi Digital, 2(2), 9. https://doi.org/10.47134/jbkd.v2i2.3380

Bungin, B. (2018). Komunikasi politik pencitraan: The social construction of public administration (SCoPA). Prenada Media Group.

Dewi, N. K. I. F. K., & Intentilia, A. A. M. (2025). Media Sosial TikTok dan Fenomena #KaburAjaDulu: Perspektif Generasi Z Terhadap Nasionalisme. Jurnal Media Informatika [JUMIN], 6(6), 2904-2910. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jumin/article/view/7136

Epesus, C., & Paramita, S. (2022). Kritik Akun TikTok @xeronav terhadap Isu Sosial Politik. Kiwari, 1(1), 1-10. https://doi.org/10.24912/ki.v1i1.15454

Fadilah, R. A. (2023). Etika Komunikasi Netizen di Media Sosial pada Akun TikTok @Chikakiku Dalam Perspektif Islam. Jurnal Komunikasi Islam, 8(2), 234-248. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v3i2.3029

Faustyna. (2024). Strategi komunikasi krisis public relations digital di TikTok pada Dinas Pariwisata Medan selama pandemi COVID-19: Analisis kasus pengelolaan konten inovatif. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(2), 288–307. https://doi.org/10.31315/jik.v22i2.8407

Fidiyansyah, A., Octaviana, R., & Asriani, W. (2023). Peran media sosial TikTok dalam mempengaruhi perilaku sosial remaja di era digital. Komunika Jurnal Ilmiah Komunikasi, 1(2), 9–15. https://doi.org/10.70437/komunika.v1i2.480

Firamadhina, F. I. R., & Krisnani, H. (2021). Perilaku Generasi Z Terhadap Penggunaan Media Sosial TikTok: TikTok Sebagai Media Edukasi Dan Aktivisme. Share: Social Work Journal, 10(2), 199–210. https://doi.org/10.24198/share.v10i2.31443

Haryono, C. G. (2020). Ragam metode penelitian kualitatif komunikasi. CV Jejak.

Hidayat, M. T. (2021). Personal Branding dalam Komunikasi Publik Pemerintah: Analisis Framing Karakter Personal Menteri Kabinet Indonesia Maju dalam Siaran Pers Kementerian Tahun 2020. Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis, 5(1), 65-71. https://doi.org/10.24853/pk.5.1.65-71

Masduki, D., Rosana, A. S., Ristiyono, M. P., Irawan, E. P., Hartati, S., Aminah, R. S., Bulkis, Akbar, M. F., Zelfia, & Sucahya, M. (2025). Media sosial dalam ilmu komunikasi (W. Yuliani, Ed.). Lingkar Edukasi Indonesia.

Miskal, A. R. R., Malika, A. R., Nuruna, H., & Mumtaz, S. A. (2023). Etika Gen Z dalam Menyampaikan Preferensi Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2024 di Sosial Media. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, 1(5), 213-223. https://doi.org/10.5281/zenodo.10321144

Mulyana, D. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nugroho, S. P., & Sulistyorini, D. (2019). Komunikasi bencana: Membedah relasi BNPB dengan media. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Nurussa'adah, E. (2021). Komunikasi Bencana Menghadapi Era New Normal di Masa Pandemi Covid 19. Altifani: Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, 1(2), 148-158. https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/altifani/article/view/951

Pratama, Y. A., Sarwoprasodjo, S., & Seminar, A. U. (2023). Efektivitas TikTok sebagai media kampanye komunikasi viral pencegahan dan penanganan COVID-19. Jurnal Komunikatio, 9(2), 59–68. https://doi.org/10.30997/jk.v9i2.7786

Putri, I. M., & Qurniawati, E. F. (2025). Content Analysis of TikTok @Ekidarehanf Social Media as a Means of Communication and Information Media. MetaCommunication: Journal of Communication Studies, 10(2), 111-127. https://dx.doi.org/10.20527/mc.v10i2.22610

Rusly, N. F., & Suryandari, N. (2025). Analisis Framing Negatif dan Pengaruhnya Terhadap Stereotip Budaya Dalam Media Sosial: Studi Kasus Kontroversi "Rendang Hilang" oleh Content Creator @Willie Salim di TikTok. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(1). https://ejournal.alhafiindonesia.co.id/index.php/JOUMI/article/view/432?articlesBySimilarityPage=1

Silviani, I. (2020). Public relations sebagai solusi komunikasi krisis. Scopindo Media Pustaka.

Wibisono, I. (2021). Analisis framing (dalam berita politik). CV Amerta Media.

Yusof, M., Zainon Hamzah, Z. A., Jaafar, S., & Baharuddin, R. (2020). Strategi kritikan dalam kalangan Generasi Z. Jurnal Melayu, Isu Khas Disember, 478–491. https://ejournal.ukm.my/jmelayu/article/view/44400

Downloads

Published

2026-06-20

Issue

Section

Articles