Analisis Penggunaan Konsep Smart Governance dalam paradigma Smart City di Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Ahmad Fajar Rahmatullah

Abstract


Abstrak

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa bagaimana penggunaan smart governance di pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam paradigma smart city. Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah merepresentasikan penggunaan konsep smart governance dalam smart city berdasarkan indikator yang telah di jelaskan oleh Cohen Boyd yang mana pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur  sudah menerapkan 3 (tiga) komponen penting dalam smart governance oleh Boyd Cohen yaitu pertama adanya  enabling supply & demand side policy (hadirnya sebuah kebijakan yang memayungi peran pemerintah, swasta dan masyarakat kota dalam mewujudkan smart city), kedua, transparency & open data (adanya keterbukaan informasi dan kemudahan mengakses/mendapatkan data) dan yang ketiga, ICT (information, Communication dan Technology) & E-Gov (Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berbasis IT yang dapat diakses oleh masyarakat. Sementara itu, dalam konteks E-Gov, Aplikasi Sabak Smart Center sudah merepresentasikan 3 hal berdasarkan tipe relasi dari E-Government yaitu a) Government to Citizen (G-to-C). b) Government to Business (G-to-B). c) Government to Government (G-to-G).

Kata kunci:  Smart City, Smart Governance, Pemerintah Kabupaten, Tanjung Jabung Timur.

 

 

Abstract

This study aims to analyze how the use of smart governance in the government of Tanjung Jabung Timur Regency in smart city paradigm. In this study, the author used a descriptive qualitative approach. The results of the study show that the Government of Tanjung Jabung Timur regency has represented the use of the concept of smart governance in a smart city based on the indicators described by Cohen Boyd. Where the Government of Tanjung Jabung Timur has implemented of 3 important components in smart governance by Cohen Boyd. First Enabling Supply & demand side policy (presence of policy that covers the role of the government, privat sector and urban communities in realizing a smart city. Second, transparency and open data (information disclosure and easy aces / getting data ) third is ICT ( information, communication and technology ) and e-gov (administration of IT-base government and community services that can be accessed by the public. Meanwhile, in the context of e-gov, the Sabar Smart Center application has presented 3 things based on the type of relation from e-government is government to  citizen (G-to-C), government to business (G-to-B) and government to government (G-to-G).

Keywords: Smart City, Smart Governance, Government, Tanjung Jabung Timur


Keywords


Smart City, Smart Governance, Government, Tanjung Jabung Timur

Full Text:

PDF (86-97)

References


Alawiah, E. T. (2017). Rancangan Aplikasi Smart City Berbasis Mobile Untuk Meningkatkan Kulitas Layanan Publik Studi Kasus Pemkot Bogor. Jurnal Teknik Komputer, 3(1), 24–29. https://doi.org/10.31294/JTK.V3I1.1339

Annisah, A. (2017). Usulan Perencanaan Smart City : Smart Governance Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko*. Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 8(1), 59. https://doi.org/10.17933/mti.v8i1.103

Bonde, D. A., Purnomo, E. P., & Salsabila, L. (2020). ANALISIS KESIAPAN KOTA KOTAMOBAGU DALAM MEWUJUDKAN KOTAMOBAGU SEBAGAI SMART CITY Studi : Pemerintah Daerah Kotamobagu. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 79–92.

Boyd, C. (2013). The top 10 smart cities on the planet. https://www.fastcodesign.com/1 679127/the-top10-smart-cities- on-the- planet.

Darmi, T. (2016). PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE UNTUK LAYANAN PUBLIK. Jurnal Administrasi Pembangunan, 04(02), 87–156.

Diskominfo Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (2018). Modernisasi Jaringan Internet, Pemkab Bangun Fiber Optik. Diskominfo Kabupaten Tanjung Jabung Timur. https;//diskominfo-tanjabtimkab.go.id/berita/detail/12/modernisasi-jaringan-internet-pemkab-bangun-fiber-optik

Enceng., & Hidayat, A. (2016). PENINGKATAN LAYANAN PUBLIK MELALUI SMART GOVERNANCE DAN SMART MOBILITY. Jurnal Administrasi Pembangunan, 04(02), 87–156.

Eniyati, S., Candra, R. N., Mulyani, S., & Martha, K. A. (2017). PERHITUNGAN TINGKAT KESIAPAN IMPLEMENTASI SMART CITY DALAM PERSPEKTIF SMART GOVERNANCE DENGAN METODE FIS MAMDANI. Jurnal DINAMIK, 22(1).

Faidati, N., & Khozin, M. (2018). Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar (Smart City): Studi Kasus Kota Yogyakarta. 3(2), 16–27. https://doi.org/10.24905/jip.v3i2.1037

Firdaus, D., & Sumardi, I. (2021). Implementasi Aplikasi e-RW untuk meningkatkan pelayanan Secara Real Time dalam mewujudkan Bandung Smart-City. Simpatik: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika, 1(1), 36–42.

Fritz Akhmad Nuzir, R. S. (2015). Smart People , Smart Mobility. September. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3056.4324

Gumilar, M. G. (2019). Inovasi Pemerintah Daerah Jogja Smart Service Dalam Menciptakan Smart and Liveable City Di Kota Yogyakarta. Jurnal Gama Societa, 3(1), 19–27.

Hermawan, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed Method). Hidayatul Quran.

Imam s, T. (2020). Ini Prestasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dalam Pemanfaatan TI. Itworks. www.itworks.id/34558/ini-prestasi-kabupaten-tanjab-timur-dalam-pemanfaatan-ti.html

Jakarta Smart City. (2018). Sistem Pendukung Indikator Smart Governance di Jakarta Smart City. Jakarta Smart City. https://smartcity.jakarta.go.id/blog/233/sistem-pendukung-indikator-smart-governance-di-jakarta-smart-city#:~:text=Tiga aspek utama dalam smart,kebijakan sesuai dengan kebutuhan warga.

Mursalim, S. (2017). Implementasi Kebijakan Smart City di Kota Bandung Siti Widharetno Mursalim IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMART CITY DI KOTA BANDUNG. Jurnal Bima Administrasi, 14(1). https://lestarinurbudi.wordpress.com/2016/06/08/ban

Nawawi. (2015). Metode Penelitian Bidang Sosial. UGM Press.

Nawawi, M., Ilham, M., & Setiawan, I. (2019). Analisis Penguatan Sumberdaya Daerah Dalam Pelaksanaan Smart Governance Di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 9(1), 63–74. https://doi.org/10.33701/jiwbp.v9i1.320

Nazir, M. (2013). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.

Oktaviyani, W., & Nugraha, J. (2018). INOVASI PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SMART CITY DI KOTA MAGELANG (Studi Kasus BAPPEDA Kota Magelang). Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara (JMAN), 02(01).

Pramuningrum, A. D., & Ali, D. S. F. (2017). Strategi City Branding Humas Pemerintah Kota Bandung Sebagai Smart City Melalui Program Smart Governance. PROMEDIA, 3(2), 162–182.

Pramuningrum, A. D., Salmiyah, D., & Ali, F. (2016). Strategi City Branding Humas Pemerintah Kota Bandung Sebagai Smart City Melalui Program Smart Governance. 21–32. www.smartcityexpo.com/in/awards-2015

Putro, D. T. W. S. (2019). ROADMAP SMART CITY KOTA MALANG. Pangripta, 1(2), 307–320.

Rahmatullah, A. F., Purnomo, E. P., & Kasiwi, A. N. (2020). RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA JAMBI 2013-2018 SUDAHKAH MEMASUKKAN PENTINGNYA KONSEP SMART CITY. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 125–134.

Rosalina, V., Sugiyani, Y., & Triayudi, A. (2014). Perancangan Infrastruktur Jaringan Komputer Dalam Konsep Membangun Serang Menuju Smart City. Jurnal PROSISKO, 1(September), 44–47. https://doi.org/ISSN: 2406-7733

Safitry, N., Purnomo, E. P., & Salsabila, L. (2020). GO-JEK SEBAGAI DIMENSI SMART MOBILITY DALAM. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 157–170.

Tobing, C. (2018). Membangun Smart Government Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik, ditulis oleh Christian Tobing. Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak. https://disdukcapil.pontianakkota.go.id/membangun-smart-government-dalam-meningkatkan-pelayanan-publik-ditulis-oleh-christian-tobing




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v3i2.87

Refbacks



 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.