Ideology and State Apparatus to Create New Order State Power

jonah silas sianipar

Abstract


Abstract

This research tries to describe how the New Order State Journey to power and perpetuates its power. By applying Althusser's theory of State Apparatus, this study specifically focuses on the concept of Ideological State Apparatuses (ISA) and Repressive State Apparatuses (RSA) which were operationalized in the New Order society. Qualitative descriptive research is used to interpret data in books that have researched the “New Order” before. The results of this study indicate that the “New Order” state used ISAs such as political parties, cultural, law, media, and religion. Then, “New Order” state used the RSA such as military and para-military organizations to control and maintain domination within the Indonesian State.

Keywords: New Order State, Ideological, State Apparatus


Abstrak

Penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana Perjalanan Negara Orde Baru berkuasa dan melanggengkan kekuasaannya. Dengan menerapkan teori Althusser tentang Aparatur Negara, penelitian ini secara khusus berfokus pada konsep Aparatus Ideologi Negara (ISA) dan Aparatur Negara Represif (RSA) yang dioperasionalkan dalam masyarakat Orde Baru. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menafsirkan data dalam buku-buku yang pernah diteliti “Orde Baru” sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa negara “Orde Baru” menggunakan ISA seperti partai politik, budaya, hukum, media, dan agama. Kemudian, negara “Orde Baru” menggunakan RSA seperti organisasi militer dan paramiliter untuk mengontrol dan mempertahankan dominasi di dalam Negara Indonesia.

Kata Kunci: Negara Orde Baru, Ideologi,  State Apparatus

 


Keywords


New Order State, Ideological, State Apparatus

Full Text:

PDF (98-110)

References


Althusser, L. (1971). Lenin and Philosophy. May, 121–173.

Atmowiloto. (1986). Pengkhianatan G30S/PKI. Sinar Harapan.

Crouch, H. (1986). Militer dan Politik di Indonesia. Sinar Harapan.

Dhakidae, D. (2003). Cendikiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Galtung, J. (1969). Violence, Peace, and Peace Research. Journal of Peace Research, 8.

Gazali, E. (2004). Communication of Politics and Politics of Communication Indonesia. Radboud University.

Harsutejo. (2003). Sejarah yang Digelapkan: Tangan Berdarah CIA dan Rezim Suharto. Hasta Mitra.

Herlambang, W. (2015). Kekerasan Budaya Pasca 1965. Marjin Kiri.

Hisyam, M. (2003). Krisis Masa Kini dan Orde Baru. Yayasan Obor Indonesia.

Kurniawan, J. (1991). No TitleEnsiklopedi Pers Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Muhaimin, Y. A. (1982). Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia 1945-1966. Gama Press.

Roosa, J. (2008). Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto. Hasta Mitra.

Sabine, G. H. (1981). Teori-Teori Politik. Bina Cipta.

Southwood, J., & Flanagan, P. (2013). Teror Orde Baru; Penyelewengan Hukum dan Propaganda 1965-1981. Komunitas Bambu.

Sulistyo, H. (2000). Palu Arit di Ladang Tebu. Kepustakaan Populer Gramedia.

Vickers, A. (2005). Sejarah Indonesia Modern. Insan Madani.

Wirantaprawira, C. (2005). Menguak Tabir Peristiwa 1 Oktober 1965 Mencari Keadilan. Heidelberg RF Jerman.




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v3i2.95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.