Maskulinitas: Fantasi Masyarakat Tentang Tubuh (Sebuah Kajian Tentang Tanda Pada Iklan Rokok Di Indonesia)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.37950/ijd.v4i1.178

Keywords:

Maskulinitas, Masyarakat Postmodernisme, Kajian Tanda, Makna Tubuh Laki-laki, Iklan Rokok

Abstract

Abstract

This research simply trying to understand the meaning of masculinity as representative of identity, a constructive value, and idealism based on a set of signs that build and modify by postmodern society.  Cigarette commercial ads stand not only as an object that represent reality but also object that create image within consciousness. By this context, cigarette commercial ads had become a symbolic universal that being used by society to build masculinity through interpretation of men body. Courage, persistency, strength, friendship, loyalty, and willingness to make a change or a challenge are images that were represent masculinity. Whereas a specific job, how to look, and body shape (or men face) as superior qualities of a masculine men. In Indonesian society, inherited culture influenced the way we construct identity, and now a symbolic universe that penetrate through media were also constructed into social identity. As such being a man is also being an object of this social identity. Men and masculinity are no more than a set of idealistic images created by -ironically- a high end society like today.

Keywords: Masculinity, Postmodernism society, Studies of sign, Male’s body, Cigarette commercial ads

 

Abstrak

Penelitian ini secara sederhana berbicara tentang maskulinitas sebagai seperangkat tanda yang merepresentasikan sebuah identitas, sebuah nilai yang dikonstruk, dan idealisme yang disepakati, dilestarikan dan di bentuk oleh masyarakat postmodern. Iklan rokok merupakan objek yang merepresentasikan potongan realitas masyarakat dan tidak hanya sekedar menyampaikan informasi dan membentuk kebutuhan tetapi juga menciptakan citra dan kesadaran semu. Dalam konteks ini, iklan rokok menjadi dunia tanda bagi masyarakat untuk membangun maskulinitas melalui proses pemaknaan tubuh laki-laki dan atribut yang melekat pada tubuh laki-laki. Keberanian, ketangguhan, kekuatan, persahabatan, kesetiaan, ketekunan dan berani menerima tantangan serta mampu membawa perubahan adalah citra yang dibangun oleh tubuh laki-laki dalam iklan rokok sebagai nilai maskulinitas. Pekerjaan, penampilan, dan bentuk tubuh menjadi atribut lainnya untuk mempertegas superioritas laki-laki dan menunjukkan kualitas maskulinitas. Masyarakat Indonesia tidak hanya membangun identitas melalui tradisi kultur yang diwariskan tetapi juga menerima penetrasi dari dunia simbolik yang dihadirkan oleh media. Menjadi laki-laki berarti juga menerima citra maskulinitas yang telah dibentuk secara sosial tersebut. Laki-laki maskulin tak lebih dari sekedar citra dalam dunia ideal yang diimajinasikan oleh masyarakat yang -ironisnya- semakin canggih ini.       

Katakunci: Maskulinitas, Masyarakat Postmodernisme, Kajian Tanda, Makna Tubuh Laki-laki, Iklan Rokok

References

Agger, Ben. (2004). Critical Social Theories: An Introduction. (Nurhadi, Trans). Teori Sosial Kritis. Kritik, Penerapan, dan Implikasinya. Kreasi Wacana: Yogyakarta.

Anderson, B., (2006). Imagined Communities: Reflection on the Origin and Spread of Nationalism. Revised ed. London: Verso.

Barnard, Malcom. (2011). Fashion as Communication. (Ibrahim, Idy Subandi dan Yosal Irianto. Trans). Fashion sebagai Komunikasi: Cara Mengomunikasikan Identitas Sosial, Seksual, Kelas, dan Gender. Jalasutra: Yogyakarta.

Budiman, H., (2014). Renegotiating Unity and Diversity: Multiculturalism in Post-Suharto Indonesia. In: Norman Vasu, Yolanda Chin, and Kam-yee Law, eds. Nations, National Narratives and Communities in the Asia-Pacific. Oxon: Routledge.

DeWall, C. Nathan and Brad J. Bushman. (2011). Social Acceptance and Rejection: The Sweet and The Bitter. Association for Psychological Science Journal. 20(4) 256-260. DOI: 10.1177/0963721411417545

Highmore, Ben. (2017). Aesthetic Matters: Writing and Cultural Studies. Cultural Studies Journal. DOI: 10.1080/09502386.2017.1298641

Lash, Scott. (2008). The Sociology of Postmodernisme. (Admiranto, Gunawan. Trans). Sosiologi Postmodernisme. Pustaka Filsafat. Kanisius: Yogyakarta.

Mulder, N., (2000). Individual, Society and History According to Indonesian School Texts. Yogyakarta: Kanisius.

Peake, Bryce. (2016). Noise. A Historical ethnography of listening, masculinity and media technology in British Gilbraltar, 1940-2013. Cultural Studies Journal. DOI: 10.1080/09502386.2014.958176

Piliang, Yasraf Amir. (2008). Posrealitas. Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika. Jalasutra: Yogyakarta.

Prianti, Desi Dwi. (2019). The Identity Politics of Masculinity as a Colonial Legacy. Journal of Intercultural Studies, Vol. 40, No. 6, 700-719. DOI: 10.1080/07256868.2019.1675612

Rumens, Nick. (2016). Postfeminisme, Men, Masculinities and Work: A Research Agenda for Gender and Organization Studies Scholars. Gender, Work and Organization Journal. DOI: 10.1111/gwao.12138

Sarup, Madan (2003). An Introductory Guide to Post-Structuralism and Postmodernism. Athens, Georgia, The University of Georgia Press. (Hidayat, Medhy Aginta, Trans). Poststructuralisme and Postmodernisme. Sebuah pengantar Kritis. Jendela: Yogyakarta.

Synnott, Anthony. (2011). The Body Social: Symboism, Self, and Society. Routledge: London New York. (Maizier, Pipit. Trans). Tubuh Sosial. Simbolisme, Diri, dan Masyarakat. Jalasutra: Yogyakarta.

Varghese, Neema and Navin Kumar. (2020). Feminism in Advertising: Irony or Revolution? A Critical Review of Femvertising. Feminist Media Studies Journal. DOI: 10.1080/14680777.2020.1825510

Downloads

Published

2022-03-11

Issue

Section

Articles