Village Government Action Plan for Independent Village Development Based on Tourism Villages

Authors

  • Nita Suryaningsih Departement of Public Administration, Banten Raya College of Social and Political Sciences (STISIP)
  • Untung Saritomo Departement of Public Administration, Banten Raya College of Social and Political Sciences (STISIP)
  • Salwa Nuraiza Departement of Public Administration, Banten Raya College of Social and Political Sciences (STISIP)

Abstract

Abstract

This study aims to analyze the village government's action plan for developing independent villages based on tourism, focusing on Ponggok Village, Klaten Regency. The main objective of this report is to determine the village government's action plan for developing independent villages based on tourism, the obstacles affecting the village government's action plan for developing tourism villages, and the evaluation conducted by the village government in developing Ponggok Village into an independent village based on tourism. This study highlights the tourism assets of Ponggok Village. The method used in this study is descriptive research with a qualitative approach, using data collection techniques through interviews, observation, and documentation. This study covers the important role of the village government and community involvement in managing tourist attractions. Several evaluations are conducted in the implementation of the program run by the Ponggok Village government, including daily, monthly, and quarterly reports. The main supporting factors in the implementation of this analysis are active community participation and support from relevant parties. Factors inhibiting the development of independent villages based on tourism include the continued need for additional resources, such as funding, facilities, and infrastructure, to sustainably support the village program. And there are still some communities who lack a thorough understanding of the concept of tourism villages and how to manage them. The conclusion of this study indicates that the role of local government is crucial in developing tourism villages. This implementation relies heavily on active community participation. Village governments must continuously improve the quality of human resources to better manage potential. Village governments must also encourage more active community participation in the village development process and continue to innovate in developing village potential. Educational institutions must collaborate with village governments to conduct research and community service programs focused on village development.

Keywords: Action Plan, Village Government, Independent Village Development Based on Tourism Villages

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana aksi pemerintah desa dalam mengembangkan desa mandiri berbasis pariwisata, dengan fokus pada Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. Tujuan utama laporan ini adalah untuk mengetahui rencana aksi pemerintah desa dalam pengembangan desa mandiri berbasis pariwisata, hambatan yang memengaruhi rencana aksi tersebut, serta evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam upaya menjadikan Desa Ponggok sebagai desa mandiri berbasis pariwisata. Studi ini menyoroti aset pariwisata yang dimiliki Desa Ponggok. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini membahas peran penting pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan objek wisata. Berbagai evaluasi dilakukan dalam pelaksanaan program oleh pemerintah Desa Ponggok, termasuk melalui penyusunan laporan harian, bulanan, dan triwulanan. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan program ini adalah partisipasi aktif masyarakat serta dukungan dari pihak-pihak terkait. Faktor penghambat pengembangan desa mandiri berbasis pariwisata antara lain kebutuhan berkelanjutan akan sumber daya tambahan—seperti pendanaan, sarana, dan prasarana—untuk mendukung program desa secara berkelanjutan. Selain itu, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman menyeluruh mengenai konsep desa wisata dan tata cara pengelolaannya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam pengembangan desa wisata. Keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah desa harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar potensi desa dapat dikelola dengan lebih baik. Pemerintah desa juga perlu mendorong partisipasi masyarakat yang lebih aktif dalam proses pembangunan desa serta terus berinovasi dalam mengembangkan potensi desa. Institusi pendidikan perlu menjalin kerja sama dengan pemerintah desa untuk melaksanakan penelitian dan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pembangunan desa.

Kata Kunci: Rencana Aksi, Pemerintah Desa, Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Desa Wisata

Downloads

Published

2026-06-28

Issue

Section

Articles