Rekonstruksi Hak Prerogatif Presiden dalam Penataan Kementerian pada Sistem Presidensial Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37950/joc.v5i3.838Abstract
Pasal 15 Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 menghapus batas paling banyak 34 kementerian dan menyerahkan jumlah kementerian pada kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan oleh Presiden. Perubahan ini beriringan dengan terbentuknya Kabinet Merah Putih sebagai kabinet terbesar sejak Reformasi, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai batas konstitusional hak prerogatif Presiden. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan historis dan normatif hak prerogatif Presiden dalam pembentukan kementerian negara serta batas konstitusionalnya pasca berlakunya undang-undang tersebut. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, dan kasus, dengan bahan hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan menteri merupakan kewenangan konstitusional Presiden berdasarkan Pasal 17 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945, sedangkan pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian merupakan materi undang-undang sehingga tidak sepenuhnya bersifat prerogatif. Penghapusan batas jumlah kementerian tanpa parameter terukur berpotensi mendorong pengisian kabinet berbasis akomodasi koalisi, memperbesar beban birokrasi dan anggaran, menimbulkan tumpang tindih kewenangan, serta melemahkan pengawasan legislatif. Oleh karena itu, prinsip checks and balances perlu diwujudkan melalui perumusan parameter objektif kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, penguatan pertimbangan DPR, dan pelaksanaan konsisten putusan Mahkamah Konstitusi tentang larangan rangkap jabatan wakil menteri.
References
Aida, N., & Isharyanto. (2022). Analisis sistem pemerintahan berbasis koalisi partai politik berkaitan dengan sistem presidensial menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik.
Arifin, F. (2024). Cabinet formation in Indonesia’s presidential system: A comparative study of the 1945 Constitution before and after constitutional amendments. Lex Renaissance, 9(2), 333–358. https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss2.art5
Ariyanto, B., & Kafrawi, R. M. (2022). Orderly principles of state administration in selecting ministers. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 30(1), 12–28. https://doi.org/10.22219/ljih.v30i1.15868
Ayuni, Q., & Simabura, C. (2023). Pembaharuan kementerian negara di Indonesia. Nagari Law Review, 7(2), 279–292. https://doi.org/10.25077/nalrev.v.7.i.2.p.279-292.2023
Buana, M. S. (2024). Menggagas pengawasan badan perwakilan dalam kabinet presidensial: Perspektif perbandingan hukum. Undang: Jurnal Hukum, 6(2), 385–413. https://doi.org/10.22437/ujh.6.2.385-413
Dramanda, W., Kabir, S. F., & Zakiran, A. H. (2024). Presidential system and the rise of neo-authoritarianism: The failure of constitutional reform in Indonesia? Jurnal Konstitusi, 21(3), 345–365. https://doi.org/10.31078/jk2131
Fudin, H. (2022). Aktualisasi checks and balances lembaga negara: Antara Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 19(1), 202–224. https://doi.org/10.31078/jk1919
Harahap, M. G. (2024). Perilaku Konsumen: Teori dan Praktik (C. E. Muhamad Rizal Kurnia, M.E. (ed.)). PT Sada Kurnia Pustaka.
Kelbulan, J. F. X., Alfons, S. S., & Piris, H. J. (2022). Hak prerogatif Presiden dalam pengangkatan menteri. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 2(7), 728–738. https://doi.org/10.47268/tatohi.v2i7.1134
Kelmaskosu, K., & Rauta, U. (2025). Kekuasaan Presiden dalam pembentukan kabinet menurut sistem presidensial. Jurnal USM Law Review, 8(1), 143–157. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11739
Kurnia, T. S. (2024). Presiden dan pemberhentian hakim konstitusi: Pemisahan kekuasaan tanpa checks and balances. Veritas et Justitia, 10(1). https://doi.org/10.25123/vej.v10i1.7735
Mietzner, M. (2023). The coalitions presidents make: Presidential power and its limits in democratic Indonesia. Cornell University Press. https://doi.org/10.7591/cornell/9781501772641.001.0001
Nainggolan, I. L. (2024). Urgensi pembentukan asas hukum urusan pemerintahan dalam UU Nomor 39 Tahun 2008 sebagai panduan pembentukan kementerian negara. Jurnal Hukum Sasana, 10(2), 138–151. https://doi.org/10.31599/sasana.v10i2.2920
Ramadhan, F., & Risky, S. (2025). Presidential power and executive aggrandizement in shaping the cabinet. Veritas et Justitia, 11(2). https://doi.org/10.25123/vej.v11i2.9233
Ramadhan, M. R., & Buana, M. S. (2025). Dinamika politik hukum dalam kabinet gemuk kementerian di Indonesia. 8(5), 2397–2405. https://doi.org/10.56338/jks.v8i5.7541
Riananda, M., Saleh, A., Evendia, M., & Firmansyah, A. A. (2025). Legal policy on the flexibility of establishing state ministries for the implementation of government. Progressive Law Review, 7(2), 179–199. https://doi.org/10.36448/prolev.v7i2.278
Risky, S., Ramadhan, F., & Esfandiari, F. (2025). Legalisasi supremasi eksekutif? Studi sosio-legal terhadap reformasi kementerian di Indonesia. Jurnal Magister Hukum Udayana, 14(2), 330–357. https://doi.org/10.24843/JMHU.2025.v14.i02.p03
Susanto, M. (2016). Perkembangan pemaknaan hak prerogatif Presiden. Jurnal Yudisial, 9. https://doi.org/10.29123/jy.v9i3.9
Tjandra, R. (2024). Pergeseran konsep kelembagaan kementerian negara dalam perspektif hukum administrasi negara. In Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara. https://doi.org/10.55292/hw800w44
Yuliandri, Simabura, C., Illahi, B. K., & Kabullah, M. I. (2024). Presidential power in the formation of cabinet posture after the State Ministries Law 2024. South East Asian Journal of Advanced Law and Governance, 1(2), 49–77. https://doi.org/10.22146/seajalgov.v1i2.15929
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author and Journal of Citizenship

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Citizenship (JOC) agree to the following Open Access terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution- 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Journal of Citizenship (JOC) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
