Falsafah Adat Minangkabau dan Hubungannya dengan Administrasi Negara

Krisna Marta Bahari, Azmi Fitrisia, Ofianto Ofianto

Abstract


Abstract

The Minangkabau community has a very strong traditional philosophy. This philosophy usually explains the way of life and how to socialize with other people. This then led to the emergence of a government system that is also unique to the Minangkabaum community, namely the Nagari government system that follows the Minangkabau traditional philosophy. This research will be conducted with the aim of being able to see how the implementation of the Nagari government in the Minangkabau community, as well as the various factors that influence it. The approach in this study will use a qualitative approach. The data used are obtained from various previous research results which are considered to still have relevance to this study. The results of this study found that there are 3 pillars in the nagari government called "Tigo Tungku Sajarangan Tali Tigo Sapilin". These three pillars are then supported by the Nagari Customary Density (KAN) and the Nagari Consultative Body (BPRN). In carrying out his life, many petitih petatahs are followed by the Minangkabau community. However, the most well-known petitih petatah is "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai".

Keywords: Nagari, Minangkabau, Customary Philosophy.

 

Abstrak

Komunitas Minangkabau memiliki falsafah adat yang sanga kuat. Falsafah ini biasanya menjelaskan mengenai jalan hidup serta bagaimana caranya bersosialisasi dengan masyarakat sesamanya. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya sistem pemerintahan yang juga unik bagi komunitas Minangkabau, yaitu sistem pemerintahan Nagari yang mengikuti falsafah adat Minangkabau. Penelitian ini akan dilakukan dengan tujuan untuk dapat melihat bagaimana pelaksanaan dari pemerintahan Nagari di komunitas Minangkabau, serta berbagai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan dalam penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan diperoleh dari berbagai hasil penelitian terdahulu yang dianggap masih memiliki relevansi dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat adanya 3 pilar dalam pemerintahan nagari yang disebut dengan “Tigo Tungku Sajarangan Tali Tigo Sapilin”. Ketiga pilar ini kemudian didukung oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Badan Permusyawaratan Nagari (BPRN). Dalam menjalankan hidupnya, banyak sekali petatah petitih yang diikuti oleh komunitas Minangkabau. Namun petatah petitih yang paling dikenal adalah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai”.

Kata kunci: Nagari, Minangkabau, Falsafah Adat.


Keywords


Nagari, Minangkabau, Customary Philosophy

Full Text:

PDF

References


Amri, A., Ramdani, Z., Warsihna, J., & Tae, L. F. (2021). Tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin: A strategy towards world class university based on local wisdom perspective. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(1), 31-40.

Ar-Rahmany, M. (2022). Ulama Dan Dayah Dalam Nomegklatur Masyrakat Aceh. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 4101-4122.

Azwar, W., Muliono, M., Permatasari, Y., Akmal, H., Ibrar, S., & Melisa, M. (2019). Nagari Customary Justice System in West Sumatra. Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance, 11(1), 53-62.

bin Haron, M. S., & Hanifuddin, I. (2018). Harta dalam konsepsi adat Minangkabau. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 11(1), 1-13.

Bukhari, F. (2021). The Role of “Kerapatan Adat Nagari (KAN)” in Solving the Dispute of Communal Land. JCH (Jurnal Cendekia Hukum), 6(2), 329-345.

Endila, V. (2020). Pengaruh Konflik Kerja Terhadap KIinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari. JESS (Journal of Education on Social Science), 4(1), 99-111.

Fatmi, S. R., & Jember, U. (2018). Permohonan Tanah Ulayat di Minangkabau Menjadi Tanah Hak Milik. Lentera Huk, 5(3), 392-407.

Hidayatullah, E. A., Anggara, D. R. A., Rifaannudin, M., & Abdurrahman, M. (2022). Pengaruh Masa dan Tempat dalam Penyusunan Tafsir Al-Azhar. Studia Quranika, 7(1), 25-56.

Kosasih, E. (2019). Literasi Media sosial dalam pemasyarakatan sikap moderasi beragama. Jurnal Bimas Islam Vol, 12(2), 264.

Lenggono, P. S. (2021). Sodality in the Perspective of Pancasila: A Pathway to Indonesian Sociology. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(1), 66-95.

Mukminto, E. (2020). Hukum, Ideologi Patriarki, dan Kekerasan Sistematik Atas Perempuan—Suatu Kajian Žižekian. Nurani Hukum, 3(1), 1-13.

Mustofa, S. (2019). Berebut Wacana: Hilangnya Etika Komunikasi di Ruang Publik Dunia Maya. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 15(1), 58-74.

Nurdin, Z., & Tegnan, H. (2019). Legal certainty in the management of agricultural land pawning in the matrilineal Minangkabau society, West Sumatra. Land, 8(8), 117.

Patmisari, P., Sumarsih, E. J., Setyadi, Y. B., Prasetiyo, W. H., & Muthali'in, A. (2020). Peningkatan Partisipasi Politik dalam Kerangka Otonomi Desa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(2), 213-225.

Putra, R. (2018). Prospek Pembentukan Daerah Istimewasumatera Barat Dalam Koridor Negarakesatuan Republik Indonesia. Soumatera Law Review, 1(2), 335-359.

Razy, M. R. O. A., & Mahzuni, D. (2022). Sapi Dalam Sosial-Budaya Masyarakat Madura Abad 19-20. Jurnal Siginjai, 2(1), 13-27.

Ridwan, R., & Munajab, Z. (2019). Dinamika Sosial Masyarakat Multikultural Dalam Penyatuan Nagari. KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 212-236.

Saefudin, S. (2022). Transformasi Doktrin Al-Ma'un Terhadap Penguatan Gerakan Ekonomi Muhammadiyah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(2), 2120-2134.

Saihu, M. M., & Aziz, A. (2020). Implementasi Metode Pendidikan Pluralisme Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 131-150.

Sastra, A. I. (2019). Estetika pola tiga: Konsep musikal talempong renjeang dan dinamika keagamaan di Minangkabau. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 14(1), 34-44.

Setiawan, A., & Saputri, R. (2020). Sistem Kekerabatan Dalam Membangun Infrastruktur Di Nagari Nan Tujuah. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 4(1), 1-12.

Simanjuntak, Z. U. (2022). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Kerjanjahat (Kenduri Kematian) Pada Masyarakat Muslim Suku Pakpak Sidikalang, Dairi. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 10(02), 623-648.

Susiati, S., Masniati, A., & Iye, R. (2021). Kearifan Lokal Dalam Perilaku Sosial Remaja Di Desa Waimiting Kabupaten Buru. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 7(1), 8-23.

Timotius, R. (2018). Revitalisasi Desa Dalam Konstelasi Desentralisasi Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(2), 323-344.

Tresno, T., Ana, R. F., Wicaksono, M., Wicaksanti, A. R., & Deswita, R. (2019). Antara Ulayat Adat Dan Hutan Nagari: Sebuah Kebijakan Perhutanan Sosial Di Minangkabau. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(2), 191-211.




DOI: https://doi.org/10.37950/ijd.v4i4.338

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View my State

 

International Journal of Demos (IJD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.