Demokrasi Lingkungan Hidup Masyarakat Pulau Kodingareng: Konflik Penambangan Pasir Laut dan Masyarakat Nelayan di Sulawesi Selatan

Authors

  • Ayu Mukarromah Sultan Ageng Tirtayasa University
  • Thiya Mulyawati Sultan Ageng Tirtayasa University

DOI:

https://doi.org/10.37950/ijd.v5i2.430

Keywords:

Democracy, Environmental Politics, sand mining conflict

Abstract

Abstract

Sand mining carried out by PT. Royal Boskalis caused the community, especially fishermen on Kodingareng Island, South Sulawesi province, to stage a demonstration at the local government over the policies that had been made, namely Perda No. 2 of 2019 concerning RZWP3K which is legal protection for sand mining companies that cause damage to the sea and eliminate the livelihoods of local fishermen. This paper discusses the democratic rights of the fishing communities of Kodingareng Island in making a regional regulation on permits for sand miners for the Makassar New Port (MNP) project, looking at the existence of public control (popular control) and political equality. The theory used is democracy by David Beetham. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data were obtained from literature studies. Sand mining carried out by PT. Royal Boskalis has experienced a lot of conflict, especially in licensing issues which did not involve the community in it, namely in the formation of the Regional Regulation RZWP3K, and did not see what impact the community would receive, one of the impacts was that many people lost their livelihoods.

Keywords: Democracy, Environmental Politics, sand mining conflict

 

Abstrak

Penambangan pasir yang dilakukan oleh PT. Royal Boskalis menyebabkan masyarakat khususnya nelayan di pulau kodingareng, provinsi sulawesi selatan melakukan demonstrasi pada pemerintah daerah atas kebijakan yang telah dibuat yaitu Perda No. 2 tahun 2019 tentang RZWP3K yang menjadi perlindungan hukum untuk perusahaan penambang pasir yang menyebabkan kerusakan laut dan menghilangkan mata pencaharian para nelayan sekitar. Tulisan ini membahas mengenai hak demokrasi masyarakat nelayan pulau kodingareng dalam pembuatan Perda perizinan penambang pasir untuk proyek Makassar New Port (MNP), melihat keberadaan kontrol publik (popular control) dan kesetaraan politik (political equality). Adapun teori yang digunakan adalah demokrasi oleh David Beetham. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Kualitatif, Data didapatkan dari studi literatur. Penambangan pasir yang dilakukan oleh PT. Royal Boskalis banyak menuai konflik terutama dalam masalah perizinan yang tidak melibatkan masyarakat di dalamnya yaitu dalam pembentukan Perda RZWP3K, dan tidak melihat dampak apa yang nantinya diterima masyarakat salah satu dampaknya adalah banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya.

Kata kunci: Demokrasi, politik lingkungan, konflik penambangan pasir

References

Akankali, J. A., Idongesit, A. S., & Akpan, P. E. (2017). Effects of sand mining activities on water quality of Okoro Nsit stream, Nsit Atai local government area. International Journal of Development and Sustainability, 6(7), 451–462. www.isdsnet.com/ijds

Ashraf, M.A., Maah, M.J., Yusoff, I., & Wajid, A. & Mahmood, K. (2011). Kekhawatiran Efek Penambangan Pasir : Studi Kasus Dari Bestari Jaya , Selangor , Semenanjung Malaysia. Penelitian dan Esai Ilmiah, 6(6), 1216–1231.

Asnawi, M. I. (2019). Implikasi Yuridis Pengelolaan Pertambangan Dalam Aspek Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 14(1), 45– 60. https://doi.org/10.33059/jhsk.v14i1.909

Bachtiar, B. Setiawan, S. (2003). Persepsi Dan Perilaku Nelayan Dalam Memanfaatkan Sumber Daya Laut Di Pulau Kodiareng, Sulawesi Selatan. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, X(i).

Beetham, D. (1998). Democracy: Key Principles, Institutions And Problems. The Inter-Parliamentary Union, Democracy: Its Principles And Achievement, 21–30.

Cresswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.

Goreeba, A. (2012). Environmental Democracy ? Does Anyone Really Care ? 1–6.

Hallatu, T. G. R., Wisadirana, D., Mu’adi, S., & Chawa, A. F. (2021). Illegal sand mining and sar local wisdom: a case study in Merauke. International Journal of Social Sciences and Humanities, 5(1), 45–56. https://doi.org/10.29332/ijssh.v5n1.827

Harsasto, P. (2020). Membedah Diskursus Modal Sosial dan Gerakan Sosial: Kasus

Penolakan Pabrik Semen di Desa Maitan, Kabupaten Pati. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 11(1), 18–30. https://doi.org/10.14710/politika.11.1.2020.18-30

Ivalerina, F. (2014). Demokrasi Dan Lingkungan. Jurnal Hukum Lingkungan 1, 1(1), 55–73.

Kande, I. (2022). Meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh pengerukan di perairan spermonde dengan instalasi silt curtain. Jurnal Sensitek, November, 1–5.

Lanni, R. (2023). Analisis Komunikasi Penyadaran Masyarakat terhadap Perbaikan Lingkungan Wilayah Pesisir oleh Dinas Pembinaan Potensi Maritim Pangkalan Utama TNI AL VI Di Pulau Kodingareng Lompo. Jurnal Ilmiah, 1(2). https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i1.2900.

Maskun, Susyanti Nur, S., Achmad, Habaib Al Mukarramah, N., & Arfan Arif, M. (2021). Legal regulation on protecting marine environment from sea sand mining impact: A case study of spermonde archipelago. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 860(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/860/1/012092

Megawati. (2022). Perempuan Sebagai Aktor Penggerak : Perjuangan Perempuan Kodingareng Melawan Korporasi Tambang Pasir Laut. Agama Dan Kebudayaan, 8(1). Monica, U., & Murthy, A. (2014). Sand Mining: Curbing The Evil To The Environment Through Sustainable Substitution And Legislative Action. Monica and Murthy/OID International Journal of Sustainable Develelopment, 2.

Muhammad Al Amin, Slamet Riadi, D. (2020). Panraki Pa’Boya-Boyangang: Proyek, Oligarki Nasional, Strategis Kerusakan, Dan Spermonde, Laut Riset, Hasil Investigasi, / Aktivitas, Dampak Pasir, Tambang Pt, Laut Boskalis, Royal Alefu, P T Makmur, Karya Pt, Dan Laut, Banteng Terhadap, Indonesia Tangkap.

Muldi, A., Sumardjo, S., Kinseng, R. A., & Sugihen, B. G. (2019). Communication and Conflict of North Coast Resources Utilization in Serang Regency. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 11(1), 85–98. https://doi.org/10.15294/komunitas.v11i1.18051

Raditya, A., et al. (2022). KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN PULAU KODINGARENG PT. ROYAL BOSKALIS ATAS PENAMBANGAN PASIR LAUT DI PESISIR KOTA MAKASSAR. Jurnal Noken, 8(1), 78–90.

Redi, A. (2016). Dilema Penegakan Hukum Penambangan Mineral dan Batubara Tanpa Izin pada Pertambangan Skala Kecil (Dilemma of Law Enforcement in Small Scale Illegal Mining). Jurnal RechtsVinding, 5(3), 399–420.

Risal, S., Paranoan, D., & Djaja, S. (2017). Analisis Dampak Kebijakan Pertambangan terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Makroman. Jurnal Administrative Reform (JAR), 1(3), 516–530. https://doi.org/10.30872/JAR.V1I3.482

Tamti, H., Ratnawati, & Anwar, A. (2014). Kondisi Sumberdaya Alam dan Masyarakat Pulau di Kota Makassar : Studi Kasus Pulau Kodingareng dan Pulau Barrang Caddi. Jurnal Ilmu Perikanan Octopus, 3(1), 252–260. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/octopus/article/view/544

Tarrow, Sidney. (1998). Social Movements and Contentious Politics. Cambridge: Cambridge University Press.

Ulya, F. I., Yofita, E., Wulandari, F. (2020). Penguatan Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Perizinan Lingkungan Melalui Konsep Citizen Power. Padjadjaran Law Review, 8(169), 84–98.

WALHI (2021). Reklamasi Makassar New Port Menyengsarakan Masyarakat Nelayan Kodingareng. Siaran Pers.

Yurista, A. P., & Wicaksono, D. A. (2017). Kompatiblitas Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Sebagai Rencana Tata Ruang Yang Integratif (Compatibility of Zoning Plan for Coastal Areas and Small Islands as Integrated Spatial Planning). Rechts Vinding, 6(2), 2–7.

Zulkarnain, C. S. A., Sukarsa, D. E., & Priyanta, M. (2022). Regulasi Tata Ruang Pesisir Melalui Pendekatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (Klhs) Bagi Perlindungan Terumbu Karang Di Indonesia. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, Dan Agraria, 1(2), 205–228. https://doi.org/10.23920/litra.v1i2.767

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 33 ayat (3) Tentang Bumi Dan Air Dan Kekayan Alam Yang Terkandung Di Dalamnya Dikuasai Oleh Negara Dan Dipergunakan Untuk Sebesar-besar Kemakmuran Rakyat.

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 33 ayat (4) Tentang Perekonomian Nasional Diselenggarakan Berdasar Atas Demokrasi Ekonomi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 Tentang perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 204 Tentang Pemerintahan Daerah.

Peraturan Presiden republik Indonesia Nomor 3 tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2017 Tentang Pengesahan Protocol Of 1988 Relating to The International Convention For The Safety Of Life At Sea, 1974.

Downloads

Published

2023-06-30

Issue

Section

Articles