Antara Keadilan Ekonomi dan Tata Kelola Sumberdaya Alam: Dilema Tatakelola Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bogor

Authors

  • Jonah Silas Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Wawan wawan Universitas Padjadjaran
  • Teguh Aris Munandar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v5i1.631

Abstract

Penelitian ini berangkat dari persoalan empirik maraknya praktik pertambangan emas ilegal yang berlangsung di tengah lemahnya tata kelola sumber daya alam, khususnya pada wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan keterbatasan akses ekonomi masyarakat. Praktik tersebut menghadirkan dilema serius antara upaya penyelamatan lingkungan dan kebutuhan masyarakat lokal untuk mempertahankan sumber penghidupan. Kerusakan ekologi, risiko bencana, serta ancaman kesehatan berjalan beriringan dengan terbukanya peluang ekonomi yang dianggap paling rasional bagi kelompok masyarakat termarjinalkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kegagalan dan tantangan tata kelola pertambangan rakyat, serta merumuskan alternatif tata kelola yang berkeadilan secara ekonomi dan berkelanjutan secara ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi langsung di lokasi penelitian serta observasi berbasis media dan dokumen kebijakan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa praktik pertambangan ilegal tidak semata disebabkan oleh lemahnya kontrol negara, melainkan oleh kegagalan negara dalam menghadirkan tata kelola pertambangan yang adil, partisipatif, dan adaptif terhadap realitas sosial ekonomi masyarakat. Pembahasan juga menegaskan adanya dilema struktural antara perlindungan lingkungan dan keadilan ekonomi, yang diperparah oleh rezim perizinan yang sentralistik dan eksklusif. Penelitian ini menawarkan model tata kelola pertambangan berbasis kearifan lokal melalui penguatan peran institusi adat, dengan negara berfungsi sebagai pemberi legitimasi hukum, sebagai alternatif solusi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

References

Agustina, R., Rohman, A., & Silapurna, I. (2021). Informal mining, livelihood strategies, and environmental governance in Indonesia. Journal of Environmental Policy and Governance, 31(4), 356–368. https://doi.org/10.1002/eet.1950

Andrews, N. (2016). Challenges of corporate social responsibility (CSR) in domestic settings: An exploration of mining regulation vis-à-vis CSR in Ghana. Resources Policy, 47, 9–17. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2015.11.001

Banchirigah, S. M. (2008). Challenges with eradicating illegal mining in Ghana: A perspective from the grassroots. Resources Policy, 33(1), 29–38. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2007.11.001

Bank, W. (2020). Procurement Regulations for IPF Borrowers: Procurement in Investment Project Financing. World Bank.

Bogor, P. (2025). Penertiban tambang emas ilegal di kawasan Gunung Pongkor belum efektif. https://pojokbogor.com

Bridge, G. (2009). Material Worlds: Natural Resources, Resource Geography and the Material Economy. Geography Compass, 3(3), 1217–1244. https://doi.org/10.1111/j.1749-8198.2009.00233.x

Crawford, G., & Botchwey, G. (2017). Conflict, collusion and corruption in small-scale gold mining: Chinese miners and the state in Ghana. Commonwealth & Comparative Politics, 55(4), 444–470. https://doi.org/10.1080/14662043.2017.1283479

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Harvey, D. (2005). A Brief History of Neoliberalism. Oxford University Press.

Hilson, G. (2002). An overview of land use conflicts in mining communities. Land Use Policy, 19(1), 65–73. https://doi.org/10.1016/S0264-8377(01)00043-6

Hilson, G., Hilson, A., Maconachie, R., McQuilken, J., & Goumandakoye, H. (2017). Artisanal and small-scale mining (ASM) in sub-Saharan Africa: Re-conceptualizing formalization and ‘illegal’ activity. Geoforum, 83, 80–90. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2017.05.004

Hirons, M. (2011). Locking-in carbon, locking-out livelihoods? Artisanal mining and REDD in sub-Saharan Africa. Journal of International Development, 23(8), 1140–1150. https://doi.org/10.1002/jid.1837

Hook, A. (2019). Mapping artisanal and small-scale mining to understand livelihood strategies. Resources Policy, 62, 222–230. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2019.03.001

Kleinhenz, F. (2017). Poverty-driven mining and livelihood vulnerability. World Development, 95, 182–195. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2017.02.020

Lange, G.-M., Wodon, Q., & Carey, K. (2018). The Changing Wealth of Nations 2018: Building a Sustainable Future. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1046-6

Lange, S. (2011). Gold and governance: Legal injustices and informal mining in Tanzania. African Affairs, 110(439), 233–252. https://doi.org/10.1093/afraf/adr005

Maconachie, R., & Hilson, G. (2011). Safeguarding livelihoods or exacerbating poverty? Artisanal mining and formalization in West Africa. Natural Resources Forum, 35(4), 293–303. https://doi.org/10.1111/j.1477-8947.2011.01407.x

News, A. (2020). Polisi tutup puluhan lubang tambang emas ilegal di Bogor. https://www.antaranews.com

Ofori, J. J. Y., & Ofori, D. (2018). Small-scale mining, livelihoods, and poverty alleviation in Ghana. Resources Policy, 55, 142–149. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2017.11.007

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.

Polanyi, K. (2001). The Great Transformation: The Political and Economic Origins of Our Time. Beacon Press.

Post, T. J. (2020). Illegal gold mining threatens forest conservation in West Java. https://www.thejakartapost.com

Rawls, J. (1971). A Theory of Justice. Harvard University Press.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. Alfred A. Knopf.

Setianingsih, D., & Simanjuntak, B. (2010). Dampak sosial ekonomi pertambangan emas rakyat di Gunung Pongkor. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 4(1), 23–34.

Spiegel, S. J. (2012). Governance Institutions, Resource Rights Regimes, and the Informal Mining Sector: Regulatory Complexities in Indonesia. World Development, 40(1), 189–205. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2011.05.015

Sugiarti, T., Rohman, A., & Yunianto, B. (2021). Formalisasi pertambangan rakyat dan implikasinya terhadap lingkungan. Jurnal Kebijakan Publik, 12(2), 101–118.

Syahnur, S., & Diantimala, Y. (2021). Informal economy and illegal mining practices in Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 22(1), 45–60.

Urang, S. (2025). Ratusan lubang tambang emas ilegal ditemukan di kawasan TNGHS wilayah Bogor. https://sundaurang.id

West, G., & Ogbonnaya, U. (2020). Corruption, informality, and extractive governance. The Extractive Industries and Society, 7(3), 844–853. https://doi.org/10.1016/j.exis.2020.04.007

Yeboah, I. E. A., & Samuel, A. (2023). Survival, informality, and gold mining livelihoods. Resources Policy, 80, 103078. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2023.103078

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE.

Downloads

Published

2026-04-14

Issue

Section

Articles