Disinformasi Digital dan Kepercayaan Publik dalam Demokrasi Lokal: Peran Literasi Politik di Kota Tegal

Authors

  • A'zham Albar Rasyid Politeknik Damara Tegal

DOI:

https://doi.org/10.37950/joc.v5i3.858

Abstract

Platform digital telah mengubah demokrasi lokal dengan memperluas akses masyarakat terhadap informasi politik, tetapi pada saat yang sama meningkatkan paparan terhadap misinformasi, disinformasi, framing manipulatif, dan konten politik berbasis kebencian. Penelitian ini menganalisis bagaimana disinformasi digital dan literasi politik membentuk kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi lokal di Kota Tegal, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan desain kualitatif-deskriptif melalui analisis dokumen dan triangulasi tematik terhadap dokumen resmi kepemiluan, publikasi statistik, laporan literasi digital, basis data pemeriksaan fakta, dan literatur ilmiah. Analisis menggabungkan bukti lokal dari KPU Kota Tegal dan Bawaslu Kota Tegal dengan data nasional dari BPS, APJII, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Mafindo. Hasil menunjukkan bahwa demokrasi lokal Kota Tegal bekerja di dalam ekosistem digital nasional yang sangat terkoneksi: penetrasi internet Indonesia mencapai 79,5% pada 2024, sementara indeks literasi digital nasional berada pada kategori sedang dengan skor 3,78. Mafindo mencatat peningkatan tajam hoaks politik dan kepemiluan, sedangkan peta kerawanan Pemilihan 2024 Kota Tegal secara eksplisit memasukkan hoaks, kampanye negatif, dan ujaran kebencian sebagai kerawanan kampanye. Penelitian menegaskan bahwa risiko demokratis tidak hanya berasal dari keberadaan informasi palsu, tetapi dari interaksi antara amplifikasi platform, ketimpangan kemampuan verifikasi, polarisasi politik, dan kredibilitas institusi. Literasi politik karenanya berfungsi sebagai mekanisme ketahanan demokrasi melalui kemampuan mengevaluasi sumber, memahami konteks, memverifikasi klaim, dan menilai institusi secara rasional. Artikel mengusulkan model ketahanan demokrasi digital lokal berbasis komunikasi publik transparan, pengawasan pemilu, pemeriksaan fakta lokal, pendidikan kewargaan, penguatan media, dan literasi digital partisipatif.

References

Ahmad, N. (2022). Disinformation order and social media algorithmic trap: New challenges for sustainability of Indonesia’s united nation-state narrative and liberal democratic norms. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 7(2). https://doi.org/10.15294/ipsr.v7i2.37261

Evanalia, S. (2022). Peran jurnalisme media sosial dalam mewujudkan demokrasi Indonesia di era post truth. Jurnal Adhyasta Pemilu, 5(1). https://doi.org/10.55108/jap.v5i1.86

Humprecht, E. (2023). The role of trust and attitudes toward democracy in the dissemination of disinformation: A comparative analysis of six democracies. Digital Journalism. https://doi.org/10.1080/21670811.2023.2200196

Iannone, A. (2022). Democracy crisis in South-East Asia: Media control, censorship, and disinformation during elections in Indonesia, Thailand and the Philippines. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 26(1). https://doi.org/10.22146/jsp.71417

Mont’Alverne, C., Arguedas, A. R., Banerjee, S., Toff, B., Fletcher, R., & Nielsen, R. K. (2024). The electoral misinformation nexus: How news consumption, platform use, and trust in news influence belief in electoral misinformation. Public Opinion Quarterly, 88(SI), 681–707. https://doi.org/10.1093/poq/nfae019

Pennycook, G., Epstein, Z., Mosleh, M., Arechar, A. A., Eckles, D., & Rand, D. G. (2021). Shifting attention to accuracy can reduce misinformation online. Nature, 592, 590–595. https://doi.org/10.1038/s41586-021-03344-2

Pennycook, G., & Rand, D. G. (2021). The psychology of fake news. Trends in Cognitive Sciences, 25(5), 388–402. https://doi.org/10.1016/j.tics.2021.02.007

Roozenbeek, J., Traberg, C. S., & van der Linden, S. (2022). Technique-based inoculation against real-world misinformation. Royal Society Open Science, 9(5), 211719. https://doi.org/10.1098/rsos.211719

Roozenbeek, J., van der Linden, S., Goldberg, B., Rathje, S., & Lewandowsky, S. (2022). Psychological inoculation improves resilience against misinformation on social media. Science Advances, 8(34), eabo6254. https://doi.org/10.1126/sciadv.abo6254

Shahbazi, M., & Bunker, D. (2024). Social media trust: Fighting misinformation in the time of crisis. International Journal of Information Management, 77, 102780. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2024.102780

van der Linden, S. (2022). Misinformation: Susceptibility, spread, and interventions to immunize the public. Nature Medicine, 28(3), 460–467. https://doi.org/10.1038/s41591-022-01713-6

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information Disorder: Toward an Interdisciplinary Framework for Research and Policy Making. Council of Europe.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles